Harian Bengkulu Ekspress

Jalan Putus di Desa Sukarami KDI, Petani Terancam Merugi, Deni:Ini Infrastruktur Vital Harus Segera Diperbaiki

Terlihat kondisi jalan di Desa Sukarami, Kecamatan Kedurang Ilir tergerus dan putus, serta butuh perbaikan segera.-Renald/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id – Kondisi jalan dan jembatan di Desa Sukarami, Kecamatan Kedurang Ilir, semakin memprihatinkan.

Jalan yang menjadi akses utama ribuan hektar lahan pertanian itu kini terancam putus akibat abrasi Sungai Air Kedurang. 

Akibatnya, aktivitas masyarakat, terutama para petani yang mengangkut hasil panennya, terganggu berat. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bengkulu Selatan, Nissan Deni Purnama SP mendesak pemerintah daerah dan provinsi untuk segera bergerak cepat memperbaiki infrastruktur vital ini.

Menurut Deni, keterlambatan perbaikan akan membuat masyarakat menderita dan mengalami kerugian ekonomi.

BACA JUGA:Dorong Pengembangan Bakat Genersi Muda, Komisi 3 DPRD BS Harapkan Koni Lebih Maksimal

BACA JUGA:Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang, Cuaca Bengkulu Selatan Tak Stabil Hari Ini, Senin 19 Mei 2025

“Jalan dan jembatan ini bukan hanya sekadar akses biasa, tapi menjadi urat nadi penghubung bagi hasil pertanian seperti kelapa sawit, karet, jagung, dan padi. Jika tidak segera diperbaiki, dampaknya sangat fatal bagi petani dan ekonomi lokal,” ujar Deni pada Minggu 18 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui OPD terkait harus mengambil langkah nyata. Dengan harapan Pemkab Bengkulu Selatan bisa memanfaatkan anggaran Badan Penanggulangan Bencana atau mengajukan bantuan dana ke Pemprov dan pusat. 

"Karena biaya perbaikan cukup besar dan tidak memungkinkan lagi mengandalkan gotong royong masyarakat,” jelasnya.

Kondisi jalan saat ini sangat parah. Badan jalan menyempit karena tergerus aliran sungai, membuat sepeda motor sulit melintas, dan mobil sudah tidak dapat lewat sama sekali.

Akibatnya, petani terpaksa menempuh jalur alternatif yang jauh, sehingga biaya angkut hasil pertanian melonjak drastis dari Rp 100 menjadi Rp 800 per kilogram.

BACA JUGA:Satpol PP Mukomuko Tindak Tegas Karaoke di Penarik Jual Miras Ilegal, Teguran Langsung Dikeluarkan

BACA JUGA:Dihantam Ombak Besar, Perahu Nelayan Pasar Bawah Terbalik, Begini Kejadiannya

“Ini jelas sangat memberatkan petani. Jika dibiarkan, bisa berdampak pada penurunan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah harus segera bertindak agar akses transportasi kembali lancar dan petani dapat beraktivitas normal,” pungkas Deni. (Renald

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan