Ambulans Gratis Belum Dilelang
Redhwan Arif --
Harianbengkuluekspress.id - Program ambulans gratis bagi desa dan kelurahan, yang telah diinisiasi oleh Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan SE dan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Ir Mian hingga saat ini belum memasuki tahap lelang pengadaan. Prosesnya masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu H Moh Redhwan Arif SSos MPH mengatakan, pihaknya sedang merampungkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk masuk dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
"Sekarang kita masih menggarap administrasinya yang bagus. Setelah itu, bisa segera masuk LPSE dan pengadaannya lewat e-katalog," ujar Redhwan, Jumat 23 Mei 2025.
Redhwan mengatakan, tahun ini mobil ambulance untuk desa dan kelurahaan itu akan dilakukan pengadaan sebanyak 130 unit. Dinkes telah menganggarkan sekitar Rp 35,1 miliar. Sebab, estimasi anggaran per unit ambulans itu sebesar Rp 270 juta. Untuk itu, ketika seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, maka proses lelang akan segera dilakukan.
"Jadi segera kita lelang, secepatnya. Ketika administrasinya selesai, kita pamit dengan Gubernur, langsung kita lelang," tuturnya.
BACA JUGA:Developer Diminta Bantu Korban Gempa
BACA JUGA:Pajak BBM Bakal Diturunkan Menjadi 5 Persen
Dijelaskannya, pengadaan ambulans gratis ini tidak hanya akan bergantung pada anggaran Pemprov Bengkulu saja. Nantinya, akan ada tambahan bantuan dari pemerintah kabupaten/kota dan juga program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk dari pihak lainnya.
"Jumlahnya tentu akan bertambah. Karena ada dari pemda kabupaten/kota dan juga dari CSR perusahaan," beber Redhwan.
Sementara itu, untuk spesifikasi ambulans, Redhwan menjelaskan, unit-unit ini dirancang untuk pelayanan dasar transportasi masyarakat sakit saja. Artinya, hanya mobil ambulans yang bisa melayani dari desa ke tingkat Puskesmas saja.
"Speknya ambulans untuk transportasi masyarakat sakit itu hanya sebatas pelayanan dasar, dari desa ke puskesmas," jelasnya.
Redhwan mengatakan, spesifikasi mobil ambulans itu, akan berbeda dengan ambulans yang digunakan untuk mengangkut pasien rujukan dari rumah sakit kabupaten/kota ke rumah sakit rujukan yang lebih besar. Namun, pihaknya memastikan fasilitas dasar untuk penanganan kegawatdaruratan akan tersedia.
"Terpenting, bisa melayani masyarakat, tabung oksigennya ada, fasilitas infus ada, dan fasilitas kedaruratan ada semua," tutup Redhwan. (Eko)