Warem di Seluma Kembali Buka, Sediakan Miras dan Wanita Penghibur
Kapolsek Talo Iptu Muhammad Haryanto-Jefri/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Lambat laun, jika tak ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten Seluma, Keberadaan Warung remang remang(Warem) di desa Tebat Sibun Kecamatan Talo Kecil.
Aktivitas warem berlokasi di kebun inti PTPN dengan perkebunan masyarakat mulai meresahkan kalangan Ibu Rumah Tangga(IRT). Selain menyediakan Miras di warem ini juga menyediakan wanita penghibur.
Sementara itu, Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan melalui Kapolsek Talo Iptu Muhammad Haryanto membenarkan dengan adanya kembali berdiri warung remang remang di Tebat Sibun Tersebut.
Sedangkan pengunjung sendiri terdiri dari warga usia muda hingga berusia lanjut.
BACA JUGA:Pasokan BBM di Mukomuko Aman, Perindagkop Pastikan Tidak Ada Kelangkaan
BACA JUGA:Hati-hati, Ada Dosa Besar Bersumber dari Kepala, Jangan Sepelekan!
“sejauh ini sudah di monitor keberadaan warem ini dan aktivitasnya, Tinggal lagi kita akan berkoordinasi dengan pemerintahan kabupaten Seluma intuk menindak lanjuti agar kedepannya tidak terjadi aksi dari masyarakat,”sampainya.
Disampaikan Kapolsek, jika Pondok yang diduga dijadikan sebagai lokasi kafe remang-remang tersebut adalah milik Yadi dan yang mengurusnya adalah Feven.
Ditambahkan, jika aktivitas pada lokasi tersebut sudah mulai selama 2 minggu berjalan, dan biasanya di mulai dari pukul 20.00 s/d 04.00 WIB.
“Pengunjung yang datang mendapat hiburan berupa musik, dan juga disediakan minuman tradisional jenis tuak, serta ada wanita penghibur yang berada warem itu sendiri,”ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah daerah seharusnya bisa menindak lanjuti keluhan warga ini. Mengingat jangan sampai timbul aksi pengrusakan dari kalangan IRT itu sendiri.
Karena memang sebagian besar pengunjung adalah suami dari IRT warga setempat dan anak anak muda yang datang untuk menikmati hiburan.
BACA JUGA:Kebutuhan Rp100 Miliar, Penataan DDTS Baru Dialokasikan Rp30 Miliar, Ini yang Akan Dibangun
BACA JUGA:Gempa Bengkulu: 7 Rumah Hancur Total, 40 Rusak Berat, Dana untuk Perbaiki Baru Tersedia Rp300 Juta