Saat Wukuf, Jemaah Haji Dilarang Berada Keluar Tenda, Ini Alasan Dirjen PHU
Pemerintah Arab Saudi mengawasi jemaah dengan menggunakan Drone -tangkaplayar/Bengkuluekspress.id--
Harianbengkuluekspress.id- Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief melakukan peninjauan fasilitas layanan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pada Senin 26 Mei 2025.
Pada kesempatan itu, Hilman Latief mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk tidak keluar tenda saat pelaksanaan wukuf di Arafah.
Larangan itu ia sampaikan dengan alasan cuaca saat wukuf diperkirakan sangat panas mencapai kisaran 50 derajat celcius.
"Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arab berpesan, bahwa pada saat puncak haji nanti panasnya masih tinggi, dan bahkan lebih tinggi dari pada hari ini. Karena itu, jemaah diminta tidak keluar tenda tanpa ada kebutuhan khusus, karena memang kita harapkan jemaah bisa terhindar dari heatstroke, serangan panas, itu berbahaya," ujarnya.
BACA JUGA:1. 223 Orang Lolos Seleksi Beasiswa Masuk Universitas Al-Azhar Kairo 2025.
BACA JUGA:Jelang Wukuf, PPIH Ingatkan 5 Hal Ini Yang Harus Diperhatikan Jemaah Haji Perempuan
Hilman menjelaskan tenda jemaah haji telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti kasur, bantal, selimut dan dilengkapi AC atau pendingin ruangan. ini untuk menjaga kenyamanan jemaah di tengah panasnya cuaca di luar tenda.
Perlu diketahui, pelaksanaan wukuf di Arafah akan berlangsung pada 9 Dzulhijjah 1446 H atau 5 Juni 2025. Wukuf disambung dengan mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, dan melempar jumrah.
Sebelum puncak wukuf, menjelang pelaksanaan Armuzna, jemaah haji diminta untuk mempersiapkan kesabaran dan kondisi fisik, terutama bagi lansia dan Penyandang Disabilitas.
Mereka diminta untuk beribadah di hotel atau dengan aktivitas yang minimalis gerak, tapi pahalanya tetap berlipat ganda. Hal ini untuk menghindari kelelahan menjelang Armuzna.(**)