Harian Bengkulu Ekspress

Tiga Kecamatan di Mukomuko Sasaran Optimasi Lahan Sawah, Ini Tujuannya

Tahun 2025 ini tiga kecamatan di Kabupaten Mukomuko menjadi sasaran optimasi lahan sawah.-IST/BE -

harianbengkuluekspress.id  – Kecamatan Malin Deman, Kecamatan Ipuh dan Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko sebagai sasaran program optimasi lahan persawahan dari Kementerian Pertanian RI. 

“Untuk tiga kecamatan di daerah ini yang menjadi sasaran optimasi lahan sawah dari Kementerian Pertanian RI di tahun 2025 ini,” sampai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pitriyani melalui Subkoordinator Saprodi, Alsintan dan Pembiayaan, Dodi Hardiansyah. 

Menurutnya, di tiga kecamatan itu yang akan di optimasikan seluas 890 hektare yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi di daerah tersebut. Kegiatan optimasi lahan sawah itu berupa jaringan irigasi, sumur bor, dan irigasi perpipaan. Dari tiga kecamatan yang mendapat program optimasi lahan sawah, Kecamatan Selagan Raya dibangun jaringan irigasi tersier, Kecamatan Ipuh dibangun sumur bor, dan Kecamatan Malin Deman dibangun irigasi perpipaan. Sedangkan dalam petunjuk teknis , alokasi dana untuk program optimasi lahan sawah seluas 890 ha sebesar Rp3,7 miliar atau Rp 4,6 juta per ha sawah. Di tahun ini selain mendapatkan program optimasi lahan sawah dan kegiatan penanaman padi di lahan sawah yang mendapatkan program ini.

”Jika  di lahan sawah di tiga kecamatan ini selesai dibangun sarana pertanian, dilanjutkan dengan kegiatan penanaman padi dan kegiatan ini juga dibayar oleh pemerintah,” bebernya. 

BACA JUGA:Pemkab Benteng Tanam Seribu Bibit Bambu, Ini Tujuannya

BACA JUGA:Wali Kota Imbau Tak Panic Buying BBM, Ini Dia Penjelasannya Mengenai Kondisi Krisis BBM di Bengkulu

Ia menerangkan, pemerintah melaksanakan program optimasi lahan sawah di tiga kecamatan ini untuk mengoptimalkan sawah yang selama ini tidak bisa ditanam padi karena tidak ada sumber pengairan. Seperti lahan persawahan di Kecamatan Ipuh selama ini kesulitan air karena sawah tersebut tadah hujan atau mengandalkan air hujan sebagai sumber pengairan. Kemudian lahan sawah di Kecamatan Selagan Raya tidak optimal, selain jaringan irigasi yang ada rusak dan ada juga sawah jauh dari irigasi teknis yang belum memiliki jaringan irigasi.

"Lalu sawah di Kecamatan Malin Deman dibangun irigasi perpipaan untuk mengairi lahan sawah yang jauh dari sungai," pungkasnya.(budi)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan