Puasa Arafah Bisa Menghapus Dosa 2 Tahun, Benarkah? Begini Kata Ustadz Abdul Somad
Puasa Arafah Bisa Menghapus Dosa 2 Tahun, Benarkah? Begini Kata Ustadz Abdul Somad-Istimewa/Bengkuluekspress.-
Harianbengkuluekspress.id- Sebentar lagi umat islam akan melaksanakan sholat hari raya iduladha. Sebelum idul adha, seorang musiim sangat dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Hari Arafah.
Puasa sunah hari Arafah merupakan salah satu amalan yang sangat istimewa sebelum hari raya idul adha. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Terkait hal tersebut, dalam salah satu ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Abdul Somad dalam ceramah yang videonya diunggah oleh kanal Youtube Fodamara Media Channel.
BACA JUGA:Sebelum Menyembelih Hewan Kurban, Jaga Sunnah Ini, Berikut Penjelasan ustadz Adi Hidayat
BACA JUGA:Ustadzah Halimah Alaydrus Sarankan Amalkan Ini di Bulan Dzulhijjah, Insya Allah Dapat Keberkahan
"Di antara hari-hari yang boleh dipakai untuk puasa di bulan Dzulhijjah, yang paling afdal itu tanggal 9. Apa keutamaannya? Hadis riwayat Muslim mengatakan: yukaffirus-sanatal lati qablahu wa sanatal lati ba’dahu, artinya menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang," terang Ustadz Abdul Somad.
Puasa Arafah merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah ini, umat Muslim dianjurkan berpuasa sebagai bentuk ibadah yang penuh pahala.
Berbeda halnya dengan jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci. Pada hari wukuf di Padang Arafah, para jemaah justru disunnahkan untuk tidak berpuasa.
Hal ini dikarenakan mereka membutuhkan tenaga dan kondisi fisik yang prima untuk menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup berat.
Menurut penjelasan Ustadz Abdul, puasa di bulan Dzulhijjah dapat dilakukan selama 26 hari. Hal ini karena terdapat empat hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nahr atau Idul Adha).
Sedangkan tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (yang dikenal sebagai Hari Tasyrik)
Pada empat hari tersebut, umat Islam dilarang berpuasa karena termasuk hari makan dan minum sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT.
"Kalau ada orang mau puasa di bulan haram, bulan Dzulhijjah, boleh satu bulan penuh, kecuali empat hari itu," pesan Ustadz Abdul Somad.