28 Warga Kaur Terserang TBC
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kaur, H. Sapuan Ilyas SKM M AP-Airullah/BE-
Harianbengkuluekspress.id-Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kabupaten Kaur.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaur, dalam kurun lima bulan dari Januari hingga Mei 2025 sudah ada 28 warga Kaur yang terserang penyakit TBC.
Hal ini dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) H. Sapuan Ilyas SKM M AP,Sabtu 6 Juni 2025.
“Berdasarkan data dan laporan dari masing-masing Puskesmas dari bulan Januari hingga Mei 2025 sudah ada sekitar 28 warga terpapar TBC,”kata Sapuan Ilyas.
BACA JUGA:Covid-19 Kembali Merebak,Tetap Tenang dan Tidak Panik
BACA JUGA:Hibah KONI Rejang Lebong Rp 1,25 M
Dikatakan Sapuan, dimana untuk tahun 2024 lalu terdapat 141 kasus TBC yang terdeteksi. Dari jumlah ini mayoritas kasus tersebut merupakan TBC sensitif obat, namun ada juga kasus TBC resisten obat yang memerlukan penanganan lebih intensif.
Untuk pasien TBC telah mendapatkan penanganan yang sesuai dengan standar kesehatan. Puskesmas di Kabupaten Kaur juga telah melakukan penanganan cepat terhadap kasus TBC yang terdeteksi.
"Untuk yang terkena sekarang kita sudah lakukan screening, ini dilakukan pencegahan adanya kasus baru. Para yang mengidap TBC sudah mendapatkan perawatan dan juga telah menjalani pengobatan rutin dan rata-rata sudah sembuh,"terangnya.
Ditambahkannya, guna menghindari TBC sendiri disarankan kepada warga yang sering melintas di lokasi berdebu untuk menggunakan masker serta berupaya menghindari udara yang kotor serta selalu memeriksakan kesehatan bila ditemukan adanya gejala TBC. Juga dihimbau agar masyarakat melakukan gerakan hidup sehat seperti menjaga pola makan, tidur yang cukup, rutin berolahraga
“Ini karena kurangnya kesadaran penderita TBC untuk berobat karena masih banyak penderita TBC yang tidak sabar berobat sehingga penyembuhannya tidak tuntas, sekali lagi kita minta masyarakat agar lebih waspada penyakit TBC ini. Dengan deteksi dini diharapkan dapat mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien TBC,”himbaunya.(Airullah)