Harian Bengkulu Ekspress

Jemaah Haji Indonesia Berjalan Kaki ke Mina, Pemerintah Arab Saudi Minta Maaf

Menag Nasaruddin mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi Meminta Maaf atas permasalahan saat Armuzna -Tangkaplayar/bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id- Pemerintah Arab Saudi  meminta maaf atas kekurangan pelaksanaan ibadah haji 2025, terutama pada fase puncak ibadah haji yang  menyebabkan Keterlambatan dalam pergerakan jemaah haji dari Muzdalifah menuju Mina. 

Permintaan maaf ini disampaikan langsung saat Menteri Agama Nasaruddin menghadiri undangan Putra Mahkota sekaligus PM Arab Saudi, Mohammad bin Salman (MBS) di Istana Kerajaan Arab Saudi.

Jumlah jemaah haji yang sangat besar, serta padatnya lalu lintas menyebabkan kepadatan di sepanjang jalur dari Muzdalifah menuju Mina. 

 Pada puncak ibadah haji, transportasi ini sering kali tidak mampu mengangkut semua jemaah dengan cepat, banyaknya jemaah yang harus bergerak dalam waktu yang hampir bersamaan tetap menyulitkan kelancaran pergerakan.

BACA JUGA:Ada Dugaan Pungli Safari Wukuf, Berikut Modus dan Reaksi BP Haji Indonesia

BACA JUGA:Sudah 175 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Terbanyak Jemaah Laki-laki, Ini Penjelasananya

Kemudian, waktu yang terbatas untuk melakukan perjalanan dari Muzdalifah ke Mina juga merupakan faktor yang mempengaruhi kelancaran pergerakan. 

Jemaah harus meninggalkan Muzdalifah pada waktu yang sangat spesifik, karena mereka harus tiba di Mina sebelum matahari terbenam pada tanggal 10 Dzulhijjah, yang memberi tekanan besar pada waktu perjalanan.

Ini menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan,hingga membuat sejumlah jemaah haji asal Indonesia memilih untuk berjalan kaki ke Mina.

"Termasuk kalau ada kekurangan karena padatnya lalu lintas Arafah ke Mina," kata Nasaruddin dalam keterangannya, Minggu 8 Juni 2025. 

Pun demiKendati demikian, ia memastikan tidak terdapat jemaah Indonesia yang terlantar.

"Semua jemaah berhasil diangkut, kecuali yang sedang dirawat di rumah sakit," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, memutuskan berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina.

Disisi lain, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief mengakui ada keterlambatan evakuasi jemaah dari Muzdalifah ke Mina.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan