Kasus DBD Tinggi, Wali Kota Bengkulu Ajak Terapkan PHBS
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi-IST/BE-
Harianbengkuluekspress.id - Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengajak masyarakat menjalani penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) agar tidak terjadi penambahan pasien di rumah sakit.
"Tidak ada cara lain kecuali menjaga kebersihan. Jika ada tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk tolong dibersihkan. Selain itu, terapkan pola hidup sehat, karena tanpa disadari terjadi penularan, tetapi kalau imun kita baik maka bisa aman," ujar Dedy.
Ia mendorong setiap kepala keluarga harus memiliki kesadaran sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu terhindar dari penularan penyakit.
BACA JUGA:Jaksa Sita Kapal Ikan Hingga Kebun Sawit: Terdakwa TPPU Tukin Prajurit Militer Segera Disidang
BACA JUGA:Hanya 7 Unit Rumah Korban Gempa Dibangun Ulang, Perbaikan 37 Unit Diserahkan ke Pihak Ini
"Para Camat, Lurah, RT, RW juga tolong sama-sama kita giatkan kebersihan. Jangan ada lagi kawasan yang kumuh sehingga DBD tidak ada lagi di Kota Bengkulu," tegas Dedy.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu juga diminta secara aktif menyampaikan informasi dan edukasi menggunakan akun sosial media. Penyampaian informasi kesehatan juga harus inovatif dan dikreasikan guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap dan perilaku terkait cara hidup yang bersih dan sehat.
"Mengenai fogging, secara aturan itu tidak dianjurkan untuk menyelesaikan DBD. Efeknya bisa mencemari pada lingkungan dan berisiko keracunan insektisida pada manusia," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Tabrani mengatakan
sejak Januari hingga awal Juni 2025 sebanyak 150 warga terinfeksi penyakit DBD. Mayoritas disebabkan adanya kembang biak jentik nyamuk yang cukup masih dilingkungan tempat tinggal.
"Kasus DBD yang ditemukan tim Dinkes Kota Bengkulu, beberapa dirawat di sejumlah rumah sakit di Bengkulu namun kondisi mereka stabil bahkan beberapa dinyatakan sembuh," terangnya.
Ia menyebutkan masih banyak kebiasaan masyarakat yang membuat penyebaran penyakit ini cepat terjadi. seperti kebiasaan menggantung baju dalam waktu lama ditambah sampah disekitar rumah dapat menjadi sarang nyamuk jenis aedes aegypti.
"Selain itu yang sangat berdampak mengantisipasi DBD yaitu penerapan 3M yaitu menguras bak mandi seminggu sekali, mengubur barang bekas, menutup bak penampungan air," pungkasnya. (805)