Harian Bengkulu Ekspress

Wali Kota Antar Akta Kematian Warga, Komitmen Laksanakan Program Ini untuk Warga Kota Bengkulu

IST/BE Wali Kota Dedy Wahyudi saat menghadiri malam takziah ketiga terhadap salah satu warga Kampung Kelawi sekaligus penyerahan akta kematian. --

Harianbengkuluekspress.id - Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengantarkan langsung akta kematian kepada warga yang sedang berduka. Salah satunya pada keluarga almarhum Ahmad Umar bin Supaha warga Jalan Kalimantan, RT 11, RW 03, Kelurahan Kampung Kelawi. Hal ini salah satu program yang masih dipertahankan Pemerintah Kota Bengkulu untuk hadir disetiap malam takziah. 

"Hubungan almarhum dengan pemerintah secara langsung tidak ada. Kalau dulu pemerintah hadir ditakziah kalau yang meninggal itu hanya pejabat saja. Sekarang tidak lagi, setiap warga yang meninggal dunia Insya Allah pemerintah juga hadir," ujar Dedy Wahyudi. 

Dedy mengatakan, kehadirannya bersama para pejabat Pemkot Bengkulu untuk mensupport keluarga Almarhum. Juga sekaligus membantu pihak keluarga melalui program three in one, yakni menyerahkan akta kematian, kartu keluarga perubahan dan KTP baru dengan perubahan status.

"Kenapa program ini kita buat, ini bukti pemerintah hadir ditengah masyarakat baik disaat suka maupun duka," terangnya.

BACA JUGA:Tolak Mobnas Baru, Wabup BS Fokus Atasi Sampah

BACA JUGA:Kenalkan Dol Bengkulu ke Masyarakat Luas, Kemendikbud dan DPR Gelar Festival

Diketahui, program ini sudah berjalan tahun ke-6. Di daerah lain warganya masih ngurus akta kematian sendiri. Setiap malam ketiga pemkot menggelar takziah. Data kematian warga telah terkoodinasi mulai dari tingkat RT, Lurah, Camat hingga Dukcapil. Hal ini membuat Wali Kota Dedy Wahyudi bersama jajaran Pemerintah Kota Bengkulu tidak pernah absen untuk hadir dalam takziah.

"Pengalaman pribadi ketika ibu saya meninggal dulu, ayah menyuruh saya mengurus akta kematian di kantor lurah. Saat itu lurahnya sibuk,karena sedang rapat di kantor camat. Padahal harus cepat dilaporkan ke Taspen juga. Semuanya mengurus sendiri. Alhamdulillah sekarang pemerintah yang antar," kata Dedy.

Dedy menambahkan, Pemkot Bengkulu mengembangkan program ini menjadi four in one. Dikhususkan untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meninggal dunia. Selain menyerahkan akta kematian juga langsung diberikan buku tabungan masa pensiun (Taspen). 

"Bedanya ketika ada ASN yang meninggal dunia langsung kita bantu buatkan buku taspen pensiunnya. Jadi tidak perlu repot-repot ngurus ke Taspen, langsung dibantu diantar ke rumah," tukasnya. (Medi Karya Saputra) 

 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan