Booth BS di Tabut 2025 Disemarakkan Kunjungan Bupati dan TP PKK
RENALD/BE Bubati BS, H Rifai Tajuddin dan TP PKK Bengkulu Selatan saat mengunjungi stan Tabut Dispar Bengkulu Selatan, Kamis 3 Juli 2025.--
Harianbengkuluekspress.id – Suasana Booth Kabupaten Bengkulu Selatan dalam ajang Pameran Budaya Tabut 2025 di Lapangan Sport Center Pantai Panjang kian semarak. Hal ini menyusul kunjungan langsung Bupati Bengkulu Selatan, H. Rifai Tajuddin, SSos, bersama rombongan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat 27 Juli 2025.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bengkulu Selatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap promosi kekayaan budaya, potensi pariwisata, dan produk unggulan UMKM yang ditampilkan dalam pameran tersebut.
“Pameran seperti ini menjadi etalase penting untuk mengenalkan potensi daerah kita kepada masyarakat luas. Kita tunjukkan bahwa Bengkulu Selatan punya banyak yang bisa dibanggakan, baik dari segi budaya, ekonomi kreatif, maupun pariwisata,” ujar Rifai di sela kunjungannya Kamis 3 Juli 2025.
Booth Kabupaten Bengkulu Selatan menyuguhkan berbagai produk lokal khas, mulai dari kerajinan tangan, olahan kuliner tradisional, hingga informasi lengkap mengenai destinasi wisata alam dan budaya yang ada di wilayah berjuluk Bumi Sekundang Setungguan ini.
BACA JUGA:Daya Beli Masyarakat Melemah, Sektor Pengeluaran Ini Mengalami Penurunan Indeks
BACA JUGA:Pelaku Pembacokan di Pekan Masat Dibekuk, Saat Makan Mie Ayam di Sini
Kegiatan pameran ini sendiri berlangsung sejak 27 Juni hingga 6 Juli 2025. Masyarakat yang berkunjung ke kawasan Pantai Panjang diajak untuk singgah dan menikmati langsung sajian khas dari masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, termasuk Bengkulu Selatan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Bengkulu, khususnya warga Bengkulu Selatan yang sedang berada di Kota Bengkulu, untuk datang dan memeriahkan stand kita. Ayo singgah kudai dan ramika ke booth Bengkulu Selatan,” tambah Ketua TP PKK, Hefni Suryanti Kabupaten Bengkulu Selatan.
Booth Bengkulu Selatan tidak hanya menjadi tempat promosi produk lokal, namun juga ruang interaksi budaya yang mempererat rasa bangga sebagai bagian dari daerah yang kaya nilai tradisi dan kearifan lokal. (Renald)