Mukomuko Aman dari Radikalisme, Begini Kelebihannya
Kantor Badan Kesbangpol Mukomuko, pihaknya menyebutkan Mukomuko masih aman dari radikalisme. -BUDI/BE -
Harianbengkuluekspress.id– Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mukomuko, Ali Muchsin mengatakan, wilayah Kabupaten Mukomuko tetap menjadi salah satu wilayah di Provinsi Bengkulu yang tergolong aman dari ancaman paham radikalisme maupun keberadaan aliran sesat.
“Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap dinamika sosial keagamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, hingga pertengahan tahun 2025 ini, pihaknya belum menemukan indikasi maupun laporan valid terkait keberadaan kelompok yang menyimpang dari norma-norma agama maupun ideologi negara. Artinya Kabupaten Mukomuko saat ini dalam kondisi aman dan kondusif dari pengaruh radikalisme maupun aliran sesat yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
“Pantauan dan koordinasi intensif bersama seluruh elemen yang tergabung dalam forum komunikasi intelijen daerah, tim Pakem (Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam masyarakat hingga saat ini. Alhamdulilah belum ditemukan adanya aktivitas kelompok radikal maupun aliran sesat di wilayah kita ini,” katanya.
Ia menerangkan, situasi dan kondisi ini merupakan cerminan dari tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman. Termasuk sinergi antar lembaga baik dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat turut menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas daerah.
“Semua pihak menjalankan perannya masing-masing dengan sangat baik,” bebernya.
BACA JUGA:Kuota PTSL di BU Sebanyak Segini
BACA JUGA:Wabup Benteng Bantu Korban Kebakaran, Ini Tujuannya
Ia menambahkan, Kesbangpol Mukomuko juga terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya laten radikalisme serta upaya deteksi dini terhadap penyebaran paham menyimpang. Program pembinaan wawasan kebangsaan juga terus digalakkan melalui kerja sama lintas sektor, terutama di lingkungan pendidikan, organisasi kepemudaan, dan komunitas keagamaan.
“Meski situasi aman, namun kita tidak boleh lengah dan kewaspadaan tetap menjadi hal utama,” ungkapnya.(budi)