Harian Bengkulu Ekspress

Tekan Inflasi, TPID Bengkulu Belajar ke Jateng dan Kebumen

TPID Bengkulu menggelar audiensi dengan Pj Sekda Provinsi Bengkulu H Herwan Antoni, di Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis 10 Juli 2025.-IST/BE-

Harianbengkuluekspress.id  - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu akan berangkat ke Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada akhir Juli ini. 

Tujuannya untuk studi banding ke TPID Provinsi Jawa Tengah dan TPID Kabupaten Kebumen. Sebab, dua daerah ini  dinilai berhasil dalam mengendalikan harga dan pasokan komoditas pangan, sehingga inflasi terkendali. 

Anggota TPID dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu,  Dhita Aditya mengatakan, keberhasilan TPID Jawa Tengah dan Kabupaten Kebumen terletak pada program unggulannya. 

Yaitu penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). 

BACA JUGA:Bupati BS Prioritaskan 50 Jembatan Gantung, Bakal Gandeng TNI dan Polri

BACA JUGA: Pejabat Tingkatkan Santunan Anak Yatim, Wali Kota Bengkulu Imbau Berikan Hak Anak Yatim dalam Bentuk Ini

"Pendekatan integrasi hulu-hilir yang efektif dalam memotong rantai distribusi menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan," terang Dhita, dalam audiensi dengan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu H Herwan Antoni, di Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis, 10 Juli 2025.

Sebagai tindak lanjut dari studi banding nanti, TPID Bengkulu berencana untuk membentuk Forum Petani Champion (FPC). Forum ini bertujuan untuk mendorong perencanaan tanam secara terjadwal yang melibatkan lintas kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Perencanaan yang terkoordinasi, diharapkan pasokan komoditas dapat lebih merata. Sehingga meminimalisir terjadinya kelebihan produksi di satu waktu dan kekurangan di waktu lainnya, yang seringkali menjadi pemicu fluktuasi harga ekstrem.

"Forum ini akan mendorong perencanaan tanam secara terjadwal lintas kabupaten, sehingga pasokan lebih merata dan tidak terjadi kelebihan produksi (over-supply) maupun kekosongan pasar yang dapat menyebabkan fluktuasi harga secara ekstrem," bebernya.

Selain itu, TPID Bengkulu juga tertarik dengan inovasi yang telah diterapkan oleh FPC Jawa Tengah, yaitu penggunaan benih bawang merah dari biji. Inovasi ini terbukti mampu menghasilkan bawang merah dengan umur simpan yang lebih panjang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada umbi benih yang harganya cenderung tidak stabil.

"FPC Jawa Tengah juga menjadi pelopor dalam mengadopsi inovasi penggunaan benih bawang merah dari biji," jelas Dhita. 

Sementara itu, Pj Sekda Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, TPID Provinsi Bengkulu akan segera melaksanakan kegiatan Capacity Building TPID se-Provinsi Bengkulu dan Benchmarking Champion TPID ke Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung pada tanggal 30 Juli hingga 2 Agustus mendatang.

 "Dari keterangan yang disampaikan TPID tadi, kegiatan tersebut bertujuan mempelajari langsung upaya pengendalian inflasi," jelas Herwan.

Herwan mengatakan, tidak hanya bertukar ilmu, TPID Bengkulu juga akan melakukan kerjasama dalam penguatan komoditi pangan. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan