Hati-hati, Terlalu Sering Menggunakan Headset, Ini Efek Sampingnya
ilustrasi menggunakan headset-Tangkaplayar/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Penggunaan headset telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas komunikasi sehari-hari.
Baik dalam dunia kerja, pembelajaran daring, hingga hiburan digital. Headset kerap digunakan untuk mendukung efektivitas komunikasi suara secara lebih jelas dan pribadi.
Dikutip dari berbagai sumber, bahwa perangkat ini membantu memperjelas percakapan, mengurangi kebisingan latar, serta memungkinkan pengguna tetap produktif meskipun berada di lingkungan yang ramai.
Tak hanya itu, headset juga memberi kenyamanan dalam berinteraksi tanpa harus memegang perangkat secara langsung. Namun demikian, meskipun menawarkan berbagai manfaat, penggunaan headset yang terlalu sering terutama dengan volume tinggi, dapat berdampak buruk pada kesehatan telinga dan pendengaran.
Beberapa risikonya termasuk gangguan pendengaran, tinnitus (telinga berdenging), infeksi telinga, dan bahkan gangguan otak.
BACA JUGA: Makanan Terbaik Bantu Ginjal Lebih Sehat, Cek Apa Saja
Pakar kesehatan dan ergonomi mengingatkan bahwa penggunaan headset berlebihan atau tidak tepat dapat menimbulkan dampak berikut:
1. Gangguan Pendengaran
WHO memperingatkan bahwa paparan suara keras melalui headset terlalu lama bisa menyebabkan Noise-Induced Hearing Loss (NIHL).
Volume di atas 85 desibel dalam jangka panjang berisiko merusak sel rambut di dalam telinga.
2. Kelelahan Kognitif & Psikologis
Istilah "listening fatigue" menggambarkan kelelahan otak akibat mendengarkan terus-menerus melalui headset.
Bisa memicu stres atau kecemasan dalam komunikasi virtual yang terlalu intens.