Harian Bengkulu Ekspress

Wisata Petik Anggur Hadir di Kota Curup, Ini Lokasinya

dr M Galih Supanji saat menunjukkan anggur yang dipetik di Taman Anggur Kirana Curup.-Ary/BE-

harianbengkuluekspress.id - Kabupaten Rejang Lebong terus menghadirkan ragam wisata untuk para wisatawan. Bila sebelumnya telah agrowisata petik stroberi, apel hingga jeruk, baru-baru ini ada agrowisata petik anggur. Agrowisata petik anggur ini berada di jantung Kota Curup, yaitu di jalan Ahmad Marzuki nomor 53 tepatnya di rooftop klinik kirana. Oleh pemiliknya agrowisata petik anggur ini diberi tama Taman Anggur Kirana.

"Wisata taman anggur petik sendiri ini baru kami buka untuk umum pada Juli 2025 ini," ungkap Direktur Klinik Kirana, dr M Galih Supanji SpOG.

Diungkapkan Galih, pendirian taman anggur itu ia mulai sejak tahun 2022 lalu bermula dari hobi dan kecintaannya pada anggur dan ia ingin memanfaatkan lahan kosong seluas 10 X 30 meter diatas klinik miliknya tersebut. Kemudian saat itu ia mencoba untuk membudidayakan tanaman anggur.

"Awalnya hobi saya, terlebih lagi anggur ini adalah buah yang disukai nabi," kata Galih.

BACA JUGA: Wabup Hendri Resmikan Bermanei Flocation, Ini Tujuannya

BACA JUGA:5.000 Anak Butuh Ortu Asuh, Ini Program Gubernur Bengkulu untuk Anak Yatim

Meski hanya memanfaatkan lahan 5x20 meter di atas rooftop 10x30 meter, taman Anggur Kirana menghadirkan 70 batang anggur varietas unggulan dari Amerika, Italia, Ukraina hingga satu varietas lokal Indonesia. Total ada sekitar 24 varietas, salah satunya Basanti, anggur asal Amerika yang dikenal manis dan renyah.

"Saat ini baru sebagian saya tanami anggur, namun kedepannya akan saya kembangkan lagi termasuk di tempat lain," papar Galih.

Saat ini Galih mengungkapkan, Agrowisata taman anggur yang ia miliki tersebut baru buka pada akhir pekan yaitu hari Sabtu dan Minggu dengan biaya masuk masih gratis. Kemudian untuk bisa menikmati dan memetik anggur sendiri, wisatawan harus membeli terlebih dahulu yaitu Rp 100 ribu per kilogramnya.

Selain bisa mencicipi dan membeli buah anggur, wisatawan juga bisa membeli bibit anggur dengan harga satu batang bibit mulai dari Rp 100 ribu. Tak hanya itu bila ada wisatawan yang juga tertarik mengembangkan perkebunan anggur, Galih dan tim juga siap memberikan bimbingan sampai berhasil. Bahkan bila nanti masih ada yang bingung untuk menjual pasca panen, ia siap untuk menampungnya.

"Saat ini permintaan akan buah anggur ini sangat luar biasa, jadi bila ada yang ingin mengembangkan tanaman anggur dan bingung nanti mau jual kemana saya siap menerimanya," tegas Galih.

Dalam mengembangkan tanaman anggur sendiri, dikatakan Galih, pada usia 5 sampai 6 bulan ia sudah bisa belajar berbuah dan pada usia satu tahun maka akan mulai panen. Dengan penanganan yang tepat, Galih mengaku, dalam satu tahunnya satu batang anggur bisa panen hingga 4 kali dan satu batang anggur bisa menghasilkan 40 sampai 50 Kg.

"Memang untuk budidaya anggur ini modal awalnya cukup besar yaitu sampai Rp 1 juta perbatang, namun untuk perawatannya seperti saat ini untuk 70 batang anggur ini dalam sebulannya hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 300 ribu," demikian Galih.(ari)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan