Wabup Rejang Lebong Launching PKG dan Gerakan Aksi Bergizi, Ini Tujuannya
Wakil Bupati Rejang Lebong saat launching PKG dan gerakan aksi bergizi di SMAN 1 Rejang Lebong, Rabu 6 Agustus 2025.-Ary/BE-
Harianbengkuluekspress.id - Wakil Bupati (Wabup) Rejang Lebong, Dr H Hendri SSTP MSi secara resmi membuka kegiatan Gerakan Aksi Bergizi sekaligus melaunching Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMAN 1 Rejang Lebong, Rabu 6 Agustus 2025. Kegiatan dimulai dengan senam pagi bersama dilanjutkan sarapan sehat bergizi yang dibawa masing-masing siswa.
"Masalah kesehatan pada anak dan remaja masih cukup kompleks, mulai dari pemahaman tentang kesehatan reproduksi, perundungan, kesehatan mental, emosi, hingga persoalan pernikahan dini dan kebersihan diri," terang Wabup.
BACA JUGA:16 Pejabat dan 1 Pjs Kades di Lebong Dilantik, Ini Daftarnya
BACA JUGA:Kepahiang Kembangkan Produk Unggulan Daerah, Ini Jenisnya
Sehingga menurut Wabup, hal tersebut membutuhkan perhatian dan intervensi dari semua pihak, termasuk pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Wabup juga menambahkan bahwa, program PKG yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan generasi muda, yang mencakup deteksi dini dari tingkat TK hingga SMA/sederajat.
Sementara itu, Gerakan Aksi Bergizi sendiri, menurut Wabup, bertujuan meningkatkan literasi kesehatan melalui berbagai media dan mendorong kesadaran siswa untuk mencegah stunting lewat tiga intervensi utama, yakni senam pagi, sarapan bergizi seimbang, dan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri. Gerakan ini juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama.
"Harapannya, upaya promotif dan preventif yang dilaksanakan ini bisa membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa. Karena anak sehat, Indonesia kuat. Ini sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045," harap Wabup.
Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan, drg Asep Setia Budiman menambahkan, PKG menggunakan pendekatan siklus hidup yang mencakup semua kelompok usia, dari bayi hingga lansia.
"Untuk anak sekolah, program ini ditujukan bagi usia 7 sampai 17 tahun dan dilaksanakan setiap awal tahun ajaran. Tujuannya agar kesehatan siswa bisa terus terpantau melalui pendekatan holistik dan terintegrasi," ungkap Asep.(ari)