Bengkulu Dilanda Hujan Lebat, Ini Tips dari Wali Kota untuk Mencegah dan Antisipasi Banjir
Bengkulu Dilanda Hujan Lebat, Ini Tips dari Wali Kota untuk Mencegah dan Antisipasi Banjir-Istimewa/Bengkuluekspress.-
Harianbengkuluekspress.id- Hari ini, Senin 11 Agustus 2025 merupakan hari pertama di minggu ke-2 bulan Agustus 2025, Kota Bengkulu dilanda hujan lebat.
Beberapa daerah digenangi air. Sehingga, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi tidak tinggal diam. Dirinya pun mendatangi warga yang lingkungannya kebanjiran.
Pada kesempatan tersebut, saat meninjau lokasi banjir di Jalan Merawan 7 RT 27 Kelurahan Sawah Lebar, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi berbagi tips kepada masyarakat untuk mencegah dan mengantisipasi banjir.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk membuat biopori di depan rumahnya dan tidak menyemen habis semua halaman atau pekarangan rumah.
BACA JUGA:Wilmar Group Buka Lowongan Kerja, Cek Kualifikasi, Posisi Serta Penempatan Tugas
BACA JUGA: Piala Asia Wanita U-20 2026, Berikut 12 Negara Pesertanya
“Kita harus mulai sadar untuk membuat biopori, dan kalau kita punya halaman di depan rumah jangan disemen semua. Sisakan tanah,” kata Dedy.
Biopori adalah lubang resapan air yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah, bertujuan untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah dan mengatasi genangan air.
Lubang ini biasanya memiliki diameter antara 10-30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm.
Biopori diisi dengan sampah organik yang menjadi makanan bagi mikroorganisme tanah, seperti cacing dan akar tanaman, yang kemudian membuat pori-pori alami di dalam tanah.
Kemudian fungsi dari tanah di halaman rumah, kata Dedy juga untuk membantu peresapan air lebih cepat saat ada genangan air karena hujan.
BACA JUGA:Analisis Rekening Nganggur Tuntas, PPATK Serahkan Peta Risiko Kepada Aparat
BACA JUGA:Ajang Putri Pariwisata Nusantara 2025, Putri Bengkulu Siap Unjuk Pesona
“Orangtua kita dulu di halaman rumahnya itu memang dibiarkan tanah. Jadi kalaupun hujan dan tergenang air, dia cepat meresap ke dalam tanah. Itulah yang harus mulai kita galakkan. Jangan semuanya disemen,” terang Dedy. (*)