Harian Bengkulu Ekspress

DLH Benteng Usulkan 100 Kendaraan Angkutan Sampah, Ini Tujuannya

Sampah : Tumpukan sampah di pangkal jembatan Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah.- Bakti/BE-

Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mengusulkan tambahan armada pengangkut sampah. Salah satunya ialah berupa 100 unit kendaraan sepeda motor roda tiga yang nantinya akan berfungsi melakukan pengambilan sampah di wilayah Kabupaten Benteng.

‎"Usulan sudah kita sampaikan ke Kementerian Lingkungan Hidup RI dengan bantuan anggota DPR RI, Hj Erna Sari Dewi SE," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Benteng, Eka Nurmeini SE MPd.

‎Selain usulan di tingkat pusat, sambung Eka, usulan armada pengakut sampah juga telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berupa 25 unit kontiner dan 1 unit truk.

‎"Kita berharap usulan yang kita sampaikan dapat dikabulkan. Mengingingat, kondisi keuangan daerah dalam kondisi tak baik-baik saja dan belum memungkinkan untuk melakukan pengadaan baru dalam jumlah banyak," ungkap Eka.

BACA JUGA: Bupati Arie Berikan Reward Paskibraka Jalan-jalan ke Daerah Ini

BACA JUGA:Dana Harvert, Game Penghasil Saldo DANA Gratis, Terbukti Membayar, Mainkan Yuk!

‎Lebih lanjut Eka menuturkan, DLH Kabupaten Benteng saat ini hanya memiliki 1 unit kontiner, 1 unit truk dan 1 unit mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut sampah. Dengan keterbatasan armada, DLH tetap berupaya maksimal dalam melakukan penanganan sampah. Salah satunya ialah dengan membagi tugas para petugas pemungut sampah yang berjumlah sebanyak 40 orang. ‎Mereka bertugas untuk memungut sampah di sepanjang tepi jalan lintas Kota Bengkulu-Kabupaten Kepahiang, tepatnya dari Desa Nakau Kecamatan Talang Empat sampai ke wilayah Kecamatan Taba Penanjung.

‎Lalu juga ada beberapa orang yang ditugaskan untuk memungut sampah diwilayah Kecamatan Pondok Kubang.

‎Setelah selesai, barulah sampah yang terkumpul diambil oleh truk pengangkut sampah untuk selanjutnya dibawa ke tempat pembuangan sampah sementara di Desa Renah Lebar, Kecamatan Karang Tinggi.

‎"Mobil Pikap juga kami gunakan untuk mengoptimalkan PAD melalui retribusi persampahan, yaitu mengambil sampah dari Indomaret dan beberapa rumah," ungkapnya.

‎Eka menerangkan, belum tercukupinya  armada membuat permasalah sampah sulit teratasi.

‎Ditambah lagi dengan kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih tergolong rendah.

‎"Kami tetap semaksimal mungkin menangani persoalan sampah. ‎Salah satunya dengan rutin membersihkan sampah masyarakat yang dibuang di tepi jalan. Dantaranya, di wilayah Kecamatan Pondok Kubang, kawasan liku sembilan dan di Desa Pulau Pulau Panggung Kecamatan Talang Empat," demikian Eka.(bakti)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan