Musim Pancaroba, Waspada Demam Tinggi, Bisa Jadi Gejala DBD
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Ruslian-Budhi Sulaksono/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id - Cuaca yang tak menentu selama di musim pancaroba sekarang ini tentu bisa mepengaruhi daya tahan tubuh.
Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit, termasuk juga demam berdarah dengue (DBD).
Kelembapan lingkungan yang tinggi turut mempercepat perkembangan dari nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini pun merupakan faktor utama dari penyebab DBD yang juga berpotensi membahayakan kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Ruslian mengimbau masyarakat agar waspadalah terhadap gejala demam yang tidak biasa. Terutama jika demam ini berlangsung lebih dari dua hari dengan suhu tubuh yang naik-turun.
BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini, Selasa 19 Agustus 2025, Melemah 29 Poin Terhadap Dolar AS
BACA JUGA:PT Ajinomoto Buka Lowongan Kerja bagi SMA, D3 hingga S1, Berikut Posisi dan Persyaratannya
"Gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda awal dari DBD yng harus segera ditangani. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat," bebernya, Senin, 18 Agustus 2025.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat juga diminta rutin menjaga kebersihan lingkungan dan juga haruslah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Dengan langkah yang tepat, penyebaran DBD selama musim pancaroba dapat diminimalkan," tuturnya.
Selain itu, ia juga meminta agr masyarakat bisa segera membawa jika ada keluarga, tetangga maupun sanak family yang sakit dan tidak kunjung sembuh untuk segera di bawa ke rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan.
BACA JUGA:Mahasiswi Unib Torehkan Prestasi Nasional, Juara 3 Ajang SDMI
BACA JUGA: Puluhan Pejabat Eselon II Pemkot Bengkulu Ikuti Uji Kompetensi Jabatan, Berikut Jadwalnya
"Ini yang harus segera dilakukan jika ada keluarga kita yang demam tapi tidak juga kunjung sembuh harus segera dibawa ke rumah sakit ataupun ke faskes," demikian tutupnya. (Budhi)