DPRD Kepahiang Pertanyakan Izin Pengelolaan Barang PT TUMS, Ini Masalahnya
Sidak lahan perkebunan Teh PT TUMS di Kecamatan Kabawetan oleh pihak Pemkab dan DPRD Kepahiang.-IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id - Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang, Gregory Dayefiandro SE MSc mempertanyakan proses pabrik pengelolaan kebun teh PT TUMS yang mendapatkan sertifikat ISO 9001. Sebab selama ini diketahui jika pabrik kebun teh yang dimiliki para pengusaha asal Taiwan hanya izin perkebunan dan bukan untuk pabrik pengelolaan barang.
"Kita akan pelajari dulu bagaimana sertifikat ISO ini bisa keluar," tegas Gregory Dayefiandro.
Politisi yang akrab disapa bung Igor ini menegaskan, pihaknya mendukung penuh langkah Bupati H Zurdi Nata SIP untuk mengambil alih lahan PT TUMS di Kabawetan. Lebih baik lahan tersebut dikelola secara mandiri oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang.
"Selama ini tidak ada kontribusi untuk daerah, tentunya lebih baik kita kelola secara mandiri," tegasnya.
BACA JUGA:MENGGUGAT KEMERDEKAAN
BACA JUGA:Dukung Normalisasi Alur di Pelabuhan Pulau Baai, DPC INSA Bengkulu Aktif Dalam Rapat Rutin Mingguan
Sebelumnya, Bupati Kepahiang, H Zurdi Nata SIp dan Wakil Bupati (Wabup) Kepahiang, Ir Abdul Hafizh MSi dan Ketua DPRD Kepahiang, Gregory Igor Dayefiandro SE MSc beserta jajaran melakukan peninjauan ke lahan PT TUMS di Desa Barat Wetan Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang, Selasa 19 Agustus 2025. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa lahan yang sudah habis masa HGU nya sejak 2021 lalu ini, benar-benar sudah dikosongkan penghuni sebelumnya.
Rencananya sejumlah lahan dan kompleks eks PT. TUMS di Desa Barat Wetan ini akan dibangun berbagai fasilitas pemerintahan. Sebagian lahan akan difungsikan untuk pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP), kompi Brimob, area perkantoran hingga kebun percontohan.
Turut hadi mendampingi bupati dalam peninjauan ini ialah Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Arh Moch Erfan Yuli Saputro dan sejumlah kepala dinas. Saat meninjau lokasi PT ini, bupati dan rombongan mendapati teh basi sisa produksi PT TUM serta lokasi pabrik yang sudah kosong.
Rencananya lahan ini akan diambil alih terlebih dahulu oleh ATR/BPN sebelum nanti akan digunakan untuk berbagai program pembangunan di Kepahiang. (doni)