Suryani (63), 25 Tahun Berjualan Telur di Pasar Panorama, Bagikan Kisahnya
Suryani (63), 25 Tahun Berjualan Telur di Pasar Panorama-Tabitha/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id - Suryani (63), seorang pedagang telur di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, sudah menjalani profesinya selama 25 tahun.
Ia berjualan dari hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB di Jalan Kedondong, Pasar Panormana, Kota Bengkulu, tepat di sebelah penggilingan bakso dan mie Donga.
Suryani menjual berbagai macam telur dengan harga yang bervariasi.
“Ada telur ayam ras, telur ayam kampung, telur bebek, telur puyuh. Kalau untuk harganya, telur ayam kampung 4 butir Rp 10 ribu, telur bebek 3 butir Rp 10 ribu, telur puyuh 20 butir Rp 10 ribu. Telur ayam ras yang kecil 3 butir Rp 5 ribu yang super 1 butir Rp 2 ribu,” ujar Penjual Telur di Pasar Panorama, Suryani (43), saat diwawancara BE, Rabu, 20 Agustus 2025.
BACA JUGA:Dikenal Bunga Keberuntungan, 7 Manfaat Buah Wijayakusuma Untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
BACA JUGA:Harga Ikan Laut Tinggi, Penjualan Merosot
Selain dijual per butir, Suryani juga menjual telur karpetan. Harganya pun berbeda-beda tergantung ukuran. Yang kecil dijual dengan harga Rp 50 ribu, yang sedang dijual dengan harga Rp 55 ribu, dan yang besar dijual dengan harga Rp 60 ribu.
Suryani mengaku, banyak dari masyarakat Bengkulu sendiri yang membeli telur karpetan karena lebih murah. Salah satunya pembeli dari Manna, yang juga membeli telur sekitar 30-50 karpet.
Dikarenakan banyaknya pembeli, Suryani pun rutin menyetok jualannya. Berbagai macam telur yang dijual Suryani ini dipasok dari agen di Padang, Sumatera Barat.
Lalu disetor langsung ke Suryani setiap 2 kali seminggu, sehingga telur yang dijual terbilang masih baru dan fresh karena tidak ada perantara dari pihak lain.
Suryani menjelaskan, selama 25 tahun berjualan pasti tidak selalu mulus, ada resiko yang harus dihadapi sebagai penjual.
BACA JUGA:Sambil Rebahan, Mainkan Game Fundrama Bisa Hasilkan Saldo DANA Gratis, Ayo Mainkan!
BACA JUGA: PPG Bagi Guru Tertentu 2026 Dihentikan? Ini Penjelasan Kemendikdasmen
“Resiko jualan telur ini kadang dapat telur yang kurang mulus, kadang dapat yang cantik, kadang dapat yang busuk dan pecah. Kalau ada yang pecah biasanya dijual dengan harga murah, 4 butir Rp 5 ribu, kalau ada yang busuk terpaksa dibuang,” ujarnya.