Stok Blangko e-KTP Mulai Menipis
Januar Apriko--
Harianbengkuluekspress.id - Masyarakat Kabupaten Kaur yang membutuhkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terancam mengalami kendala. Pasalnya stok blangko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) setempat mulai menipis, di tengah tingginya lonjakan permintaan dari warga. Hal ini dibenarkan Kepala Disdukcapil Kaur, Sustar Ilmius, melalui Sekretaris Januar Apriko, Kamis 21 Agustus 2025.
"Untuk stok e-KTP memang sudah menipis, tapi insyaallah masih cukup untuk melayani warga beberapa bulan ke depan," kata Apriko.
Dikatakan Apriko, saat ini stok yang tersisa saat ini hanya sekitar 500 keping. Penyebab utama menipisnya stok adalah lonjakan drastis permohonan perekaman dan cetak e-KTP. Juga ia menyebutkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, terjadi lonjakan hingga 90 persen. Biasanya, per hari hanya ada 30 hingga 50 pemohon, namun kini jumlahnya melonjak drastis hingga 200 pemohon per hari. Peningkatan minat ini merupakan hal yang positif.
Hal ini banyak masyarakat, terutama para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang baru lulus, kini sadar akan pentingnya memiliki e-KTP. Mereka membutuhkan kartu identitas tersebut untuk keperluan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau untuk melamar pekerjaan.
BACA JUGA:Guru dan Murid SDN 98 Perbaiki Jalan
BACA JUGA:Titik 0 Revitalisasi SMPN 36 PKLK Kaur Dimulai
"Tingginya pemohon perekaman data e-KTP berpengaruh pada ketersediaan blangko, tapi kita bersyukur minat warga Kaur urus e-KTP ini meningkat," terangnya.
Ditambahkannya, dalam menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan. Dengan rata-rata pencetakan harian mencapai 80 hingga 100 keping, stok 500 keping yang ada saat ini diperkirakan hanya bisa bertahan selama satu bulan. Untuk mengatasi permasalahan ini, Dukcapil Kaur tidak tinggal diam. Mereka telah mengambil langkah proaktif dengan mengusulkan penambahan stok blangko ke pemerintah pusat. Proses pengajuan ini diharapkan segera disetujui agar pasokan blangko dapat kembali normal dan pelayanan tidak terganggu.
"Kami terus intens komunikasi dengan pemerintah pusat untuk menjamin ketersediaan blangko. Kita juga memastikan bahwa setiap warga Kabupaten Kaur bisa mendapatkan haknya untuk memiliki identitas resmi tanpa hambatan,” tandasnya. (Irul)