Program Cetak Sawah di Enggano Mulai Masuk Tahap Land Clearing, Segini Luas Lahannya
Proses land clearing disalah satu tempat yang menjadi tempat cetak sawah baru di Kecamatan Enggano.-IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id – Program cetak sawah baru di Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara (BU) mulai menunjukkan progres dengan masuknya tahap land clearing atau pembersihan lahan. Dari total luas lahan yang disiapkan seluas 868 hektare, saat ini sudah 30 hektare yang selesai dibuka. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) BU, Abdul Hadi, pada Rabu 27 Agustus 2025.
"Ya, untuk progres cetak sawah di Enggano saat ini telah tahap land clearing. Baru terlaksana di dua desa yakni Desa Malakoni, dari 48 hektare lahan yang disiapkan, sebanyak 22 hektare sudah selesai dibersihkan. Sedangkan di Desa Kahyapu, dari total 203 hektare lahan, baru 8 hektare yang berhasil dibuka," ujarnya.
Progres yang masih rendah ini disebut Hadi, dipengaruhi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah akses menuju lokasi cetak sawah di Desa Kahyapu yang cukup jauh dan bahkan sebagian masih berupa hutan lebat. Selain itu, faktor mobilisasi kendaraan berat menuju Kecamatan Enggano juga menjadi hambatan utama.
“Dari 20 hingga 25 unit alat berat yang dibutuhkan, saat ini baru tersedia 11 unit. Kendala cuaca dan kapal penyeberangan juga memperlambat proses distribusi peralatan ke lokasi,” jelasnya.
BACA JUGA: Rejang Lebong Siapkan Event Arung Jeram, Ini Jadwal Pelaksanannya
BACA JUGA:Perda Pajak dan Retribusi Daerah di Rejang Lebong Dikaji Ulang, Ini Tujuannya
Sementara itu, lanjut Abdul Hadi, rencana cetak sawah di Desa Banjar Sari dengan target 617 hektare belum bisa dimulai. Akses jalan menuju lokasi belum tersedia sehingga alat berat tidak bisa masuk. Dan Pekerjaan baru bisa dilaksanakan setelah pembukaan badan jalan sepanjang kurang lebih 6,5 kilometer melalui bantuan Gubernur Bengkulu. Jika jalan sudah terbuka, alat berat bisa masuk dan proses land clearing dapat dilakukan.
"Meski menghadapi kendala teknis, kita berharap program cetak sawah di Enggano dapat terus berjalan sehingga mampu memperluas lahan pertanian, meningkatkan produksi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah pulau terluar tersebut," pungkasnya.(afrizal)