Rehab Pasar Barukoto Resmi Dimulai, Segini Anggarannya
Walikota dedy Wahyudi bersama Dinas PUPR dan ketua rt, rw saat mengecek kondisi bangunan pasar usai melakukan peletakan baru pertama.-Medi/Bengkuluekspress.-
Harianbengkuluekspress.id - Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi melakukan groundbreaking pasar Barukoto I dan II, Senin 1 September 2025.
Melalui agenda ini menandakan secara resmi rehab bangunan pasar akan dimulai.
"Dulu sekitar tahun 80an disini merupakan pusat perekonomian Kota Bengkulu dan sekarang targetkan akan menghidupkan kembali pasar ini, kita kembalikan kejayaan pasar baru Koto," Ujar Dedy Wahyudi.
Diketahui aset bangunan yang berdiri diatas lahan 8000m² itu dalam kondisi terbengkalai. Ratusan kios dan lapak ditinggalkan pedagang karena sarana fasilitas tak lagi memadai hingga dibiarkan rusak.
Anggaran perbaikan skala besar yang diajukan Pemkot ke kementerian Perdagangan tak kunjung diakomodir. Meski pasar berada di kawasan pariwisata namun minimnya anggaran membuat roda perekonomian pasar terus menurun.
BACA JUGA:Aksi 3 September di Mukomuko Batal, Aliansi Pilih Serahkan 5 Tuntutan ke DPRD, Ini Isinya
BACA JUGA:Ruang Rawat Inap RSTG Diresmikan, Wali Kota Bengkulu: Silahkan Berobat, Gratis
Sejak Wali Kota, Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing dilantik, pembangunan pasar tradisional menjadi skala prioritas yang akan direalisasikan pada tahun pertama.
Besarnya dukungan dari anggota DPRD kota Bengkulu membuat anggaran perbaikan disetujui dalam APBD hingga Rp 6,5 miliar.
" Kawasan pasar barukoto akan lebih dirapikan dan ditata, termasuk lapak-lapak para pedagang. Sebelumnya sudah kita pangkas beberapa pohon besar yang ditakutkan roboh dan menimpa beberapa bangunan disana. Target kita kawasan ini akan kembali meriah dan perekonomian masyarakat semakin meningkat, kota Bengkulu semakin maju,” tutur Dedy.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bengkulu, Noprisman mengatakan anggaran terbagi dengan rincian Rp 2 miliar untuk rehab barukoto I dan Rp 4,5 miliar untuk kawasan Barukoto II.
" Insya Allah November tuntas, " Kata Noprisman.
Secara teknis pekerjaan dilakukan secara bertahap, revitalisasi bagian yang rusak parah dan sedang. Seperti perbaikan atap dikarenakan banyak rangka yang sudah lapuk dan bocor ketika hujan.
Kemudian perbaikan lantai keramik yang rusak. Perbaikan sanitasi antar lapak, drainase, jalan dan sarana fasilitas yang akan ditingkatkan agar pedagang dan pembeli lebih nyaman dan aman.