Wali Kota Bengkulu Rancang Efisiensi Anggaran, Beberapa Belanja Bakal Dipangkas
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi akan memangkas anggaran belanja, salah satunya TPP.--
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kota Bengkulu mulai merancang program efisiensi terhadap belanja pegawai dan belanja pembangunan. Sejumlah strategi akan dilakukan seperti pemangkasan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) hingga rencana merampingkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi menyampaikan efisiensi perlu dilakukan menginggat belanja pegawai kian membengkak hingga 60 persen dari total APBD.
"Akan ada rencana efisiensi karena memang kondisi anggaran, khususnya belanja pegawai sangat besar," ujar Wali Kota, Dedy Wahyudi.
Wacana perampingan struktur OPD harus dikejar selain memangkas pagu anggaran setiap tahun, juga diharapkan meningkatkan efektivitas kinerja.
Di samping itu, masalah TPP juga akan masuk dalam rencana efisiensi tersebut. Selain memangkas pagu anggaran per tahun, pihaknya juga mempertimbangkan opsi lain yakni mengurangi nilai TPP khususnya untuk jabatan dan golongan tinggi. Dengan demikian tetap bisa membayarkan seluruh TPP lainnya.
Opsi ini masih diperhitungkan oleh bagian keuangan daerah, namun untuk eksekusinya tergantung dari kebijakan wali kota.
"Justru awalnya saya mau menaikkan TPP khusus lurah, camat, kepala puskesmas, dan tim pelayanan. Tetapi memang efisiensi ini dampaknya sangat berat, ditambah lagi kita baru memproses pengangkatan hampir 4 ribu PPPK," ungkapnya.
Program efisiensi ini dilakukan sebagai dampak dari pemangkasan transfer dana pusat ke APBD kota. Bahkan keuangan Pemkot Bengkulu yang selama ini pas-pasan terpaksa harus disusun ulang demi tercukupinya skala prioritas pembangunan untuk masyarakat.
Dalam pembahasan APBD-Perubahan 2025 dan APBD induk 2026, Pemkot dan DPRD harus merancang skema agar efisiensi ini tidak menganggu prioritas pembangunan.
Pihaknya juga melakukan pembenahan maksimal karena sebagian besar belanja daerah akan bertumpu pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, hasil pembangunan, investasi serta penataan Kota Bengkulu selama ini juga harus dikaji.
Sebab, seiring dengan kemajuan dan perkembangan itu juga diiringi dengan peningkatan potensi pendapatan. Untuk itu, seluruh sektor yang memiliki potensi akan dijadikan sumber pendapatan.
"Pemerintah melakukan kajian/evaluasi sejumlah faktor yang menjadi kelemahan dalam capaian PAD. Kita targetkan tahun 2025 capaian pendapatan ini bisa terealisasi 100 persen," tukasnya. (805)