Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Naik: Wagub Mian Minta Petani Lakukan Ini
Wagub Bengkulu, Mian-IST/BE-
Harianbengkuluekspress.id - Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Bengkulu dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini berdampak pada naiknya harga cabai di pasaran. Sekarang ini, harga cabai tembus Rp 80 ribu perkilogram.
Kondisi tersebut terjadi akibat distribusi cabai dari berbagai kabupaten terganggu, di tambah banyaknya kebun cabai yang rusak akibat dari cuaca buruk saat ini.
Hal ini pun disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Jasya Arief.
“Cabai naik saat ini disebabkan dari cuaca ekstrem. Kondisi inilah makin diperparah dengan rusaknya berbagai kebun cabai di sejumlah kabupaten,” ucap Jasya.
Sebagai langkah antisipasi, Disperdagrin Kota Bengkulu mendorong masyarakat melakukan gerakan tanam pangan cepat panen. Termasuk juga cabai dipekarangan rumah masing-masing.
“Gerakan tanam pangan cepat panen ini bisa menjadikan solusi sederhana. Jika masyarakat menanam cabai sendiri, tentu kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi dan juga ketahanan pangan keluarga lebih terjaga,” tambahnya.
Ia menyebutkan, kenaikan harga cabai ini menambah beban masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada komoditas tersebut.
"Kita (Pemerintah kota) terus memantau perkembangan harga bahan pangan ini sekaligus juga mendorong upaya jangka panjang agar distribusi dan produksi cabai tetaplah stabil meski di tengah cuaca yang ekstrem ini," tutupnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir H Mian mengatakan, kenaikan harga itu dipicu oleh faktor iklim yang tidak menentu yang berdampak pada hasil panen petani.
"Harga memang melonjak karena ada faktor iklim. Apalagi saat ini belum memasuki musim panen," jelas Mian.
Dijelaskannya, masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan saat ini menjadi tantangan berat bagi para petani cabai. Kondisi cuaca yang tidak stabil meningkatkan potensi gagal panen akibat serangan penyakit pada tanaman, seperti busuk daun.
"Perubahan dari musim kemarau ke musim hujan ini seringkali menyebabkan potensi gagal panen dan busuk daun pada tanaman cabai. Mudah-mudahan nanti pasokan bisa stabil dan harga normal kembali," ujarnya.
Disisi lain, terkait solusi operasi pasar atau pasar murah untuk menstabilkan harga, Mian menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan melihat perkembangan situasi terlebih dahulu. Jika kondisi ini hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung lama, intervensi pasar mungkin belum akan dilakukan.
"Untuk pasar murah nanti kita lihat situasinya," tutur Mian.