Petani Mukomuko Mantap Beralih ke Padi Organik: ''Lebih Sehat, Lebih Menguntungkan''
Petani Mukomuko Mantap Beralih ke Padi Organik: ''Lebih Sehat, Lebih Menguntungkan''-Endi/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – Di tengah hiruk-pikuk pasar beras nasional, ada cerita menarik dari Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
Para petani perlahan-lahan mulai meninggalkan pola tanam konvensional yang sarat pupuk kimia, dan beralih ke padi organik.
Meski hasil panen tak sebesar cara lama, para petani yakin beras organik adalah masa depan: sehat, ramah lingkungan, dan punya nilai jual lebih tinggi.
Salah satunya datang dari Sukawi, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Harapan Karya, Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang.
Petani senior ini sudah menempuh perjalanan panjang, dari uji coba semi organik hingga kini serius mengembangkan Demonstration Plot (Demplot) padi full organik.
BACA JUGA:HUT Lantas Bhayangkara ke-70, Sat Lantas Polres Mukomuko Komitmen Pelayanan Humanis dan Profesional
BACA JUGA:Sudah Ribuan Siswa Jadi Korban Keracunan, BGN Akan Bentuk Tim Investigasi, Ini Tujuannya
“Awalnya kami coba setengah-setengah, masih pakai pupuk kimia campur organik. Ternyata hasilnya bagus. Sekarang saya yakin, dan kami tanam full organik,” ujar Sukawi dengan nada optimis.
Menurutnya, hasil panen padi organik memang lebih sedikit dibanding metode konvensional. Namun, kualitas gabah dan beras yang dihasilkan jauh lebih sehat. Bahkan pembeli mulai mencari beras organik, meski harganya lebih tinggi.
“Beras organik ini lebih harum, lebih pulen. Orang-orang sekarang sudah mulai sadar, mereka rela beli mahal asal sehat. Itu yang bikin kami semangat,” tambah Sukawi.
Perubahan pola tanam ini bukan hanya soal keuntungan, tapi juga soal menjaga tanah tetap subur. Sukawi bersama kelompoknya kini mengolah limbah ternak dan jerami menjadi pupuk organik, serta membuat pestisida alami dari bahan nabati.
“Kalau pakai pupuk kimia terus, tanah jadi keras, lama-lama tidak subur. Dengan kompos, tanah lebih gembur. Gulma juga bisa dikendalikan dengan pestisida nabati, jadi lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Upaya petani Mukomuko ini mendapat dukungan pemerintah. Trisno Putra, SP, Koordinator Penyuluh (Korluh) Kecamatan Lubuk Pinang, mengatakan pemerintah daerah sedang gencar mendorong Gerakan Nasional Penerapan Pertanian Organik (Genta Organik).
“Genta Organik ini bukan sekadar program, tapi gerakan nasional untuk mengubah pola pikir petani. Mereka diajak memanfaatkan bahan lokal, seperti limbah ternak dan jerami, jadi pupuk. Jadi tidak lagi bergantung penuh pada pupuk kimia,” tegas Trisno.