Baznas Mukomuko Bantu Warga Pengidap Penyakit Aneh, Ini Ceritanya
Penyakit yang di derita Sri Wahyuni warga Desa Lubuk Sanai III Kabupaten Mukomuko.-IST/BE-
Harianbengkuluekspress.id – Sejak beberapa tahun terakhir, Sri Wahyuni berusia 17 tahun warga Desa Lubuk Sanai III Kecamatan XIV Koto Kabupaten Mukomuko menghidap penyakit aneh. Ia harus menahan rasa sakit akibat benjolan-benjolan aneh yang muncul di bagian kepala dan wajahnya. Penyakit yang belum jelas jenisnya itu bukan hanya membuatnya menderita secara fisik, namun juga membatasi ruang geraknya sebagai seorang remaja tersebut. Warga sekitar dan pemerintah desa bahu-membahu berusaha mencari jalan agar warganya itu mendapatkan pengobatan yang layak. Saat ini, mulai mendapat titik terang untuk mendapatkan pengobatan yang layak.
“Sering kali anak saya sakit-sakitan, badannya lemah, dan kami hanya bisa pasrah karena tidak punya uang untuk berobat,” ujar Rohmat, ayah kandung Sri Wahyuni.
BACA JUGA: Pemkab BU Gelar Workshop Pengembangan Wilayah Terpadu, Ini Tujuannya
BACA JUGA:BPOM Kawal PJAS, Pengawalan di SMAN 7 MIN 2, SDN 8 dan SDN 9 Kota Bengkulu
Rohmat sehari-hari hanya bekerja sebagai pencari brondol sawit di kebun orang lain menceritakan, hasil jerih payahnya jauh dari cukup, sekadar untuk kebutuhan makan sehari-hari. Untuk biaya berobat ke rumah sakit, ia benar-benar tidak sanggup. Kondisi ekonomi keluarga ini membuat Sri hanya bisa bertahan dan berharap ada uluran tangan dari pihak yang peduli. Kabar mengenai derita Sri Wahyuni sampai ke telinga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mukomuko. Terketuk oleh kisah memilukan itu, Baznas menyatakan siap membantu biaya pengobatan Yuni sesuai kemampuan lembaga.
“Insya Allah, Baznas Mukomuko akan membantu. Namun ada sejumlah syarat yang harus dilengkapi, seperti surat keterangan miskin dari desa, fotokopi KK, KTP, dan dokumen lain yang diperlukan. Jika syarat sudah lengkap, silakan diserahkan, dan kami akan memprosesnya,”ujar Ketua Baznas Kabupaten Mukomuko, H Ali Muda SAg didampingi Wakil Ketua II Bidang Penyaluran, Hasan Bisri SPdI.
Pernyataan itu disambut baik oleh Kepala Desa Lubuk Sanai III, Kurniadi. Pihak desa saat ini tengah mempersiapkan seluruh kelengkapan administrasi agar permohonan bantuan bisa segera diajukan.
“Kami segera melengkapai persyaratannya, karena kondisi Sri Wahyuni memang memprihatinkan. Selama ini keluarganya sudah menerima BLT Dana Desa karena memang tergolong tidak mampu. Kini kami akan bantu urus syarat-syarat untuk pengajuan ke Baznas Mukomuko,” katanya. Kehadiran Baznas dengan tangan terbuka memberikan harapan baru bagi keluarga kecil ini. Di tengah keterbatasan ekonomi, perhatian lembaga zakat dan dukungan pemerintah desa menjadi sinar terang bagi Sri Wahyuni untuk menatap masa depan dengan sedikit lebih optimis. Harapan besar kini bergantung pada proses pengajuan yang sedang berjalan.
“Desa juga mengajak masyarakat untuk ikut peduli, mendoakan, dan bila mampu, turut membantu meringankan beban Yuni. Sebab, sakit bukan hanya soal tubuh yang lemah, tetapi juga ujian kemanusiaan,” ucapnya.(budi)