Wujudkan Kemandirian Petani di Mukomuko, KDMP Pulai Payung Jadi Percontohan Nasional
Wujudkan Kemandirian Petani di Mukomuko, KDMP Pulai Payung Jadi Percontohan Nasional-Endi/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id – Peran koperasi desa kembali membuktikan diri sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
Di Desa Pulai Payung, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini resmi menjadi pusat penyalur pupuk bersubsidi sejak September 2025.
Langkah ini bukan hanya soal distribusi pupuk, tetapi juga wujud nyata kemandirian petani melalui wadah koperasi yang dikelola masyarakat sendiri.
Kepala Desa Pulai Payung, Mustarrudin, menegaskan bahwa keberadaan KDMP sebagai pusat distribusi pupuk merupakan terobosan penting.
BACA JUGA:Syarat TNI AD Berubah Drastis, Tinggi 158 Cm Kini Diterima, Ada Apa?
BACA JUGA:HUT TNI ke-80, Kodim 0408 BS Bersihkan Taman Makam Pahlawan Semaku
Dengan sistem aplikasi digital, pengambilan pupuk tercatat rapi, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan petani.
“Petani cukup membawa KTP, difoto, lalu tanda tangan secara digital. Semua tercatat. Dengan cara ini, distribusi pupuk lebih adil, transparan, dan mengurangi risiko penyimpangan,” jelas Mustarrudin.
KDMP Pulai Payung memperoleh pasokan 90 ton pupuk subsidi per tahun dari Pupuk Indonesia, dengan pengiriman bertahap sebanyak 10 ton per sekali kirim.
Koperasi ini bahkan masuk dalam daftar 130 koperasi desa percontohan nasional.
“Kami bangga menjadi salah satu percontohan nasional. Ini bukti bahwa desa bisa mandiri dan profesional dalam mengelola kebutuhan petani,” ujar Mustarrudin.
Bagi petani, keberadaan KDMP menjadi angin segar. Harga pupuk subsidi kini lebih terjangkau: Ponska Rp130.000 per karung dan Urea Rp125.000 per karung. Sebelumnya, pupuk subsidi di kios bisa mencapai Rp150.000 per karung.
“Ini sangat membantu kami. Selisih harga Rp20.000 per karung itu besar bagi petani kecil. Apalagi kebutuhan pupuk untuk sawah tidak sedikit,” ungkap M. Nur Basri, petani dari Desa Pasar Ipuh.
Ia menambahkan, selain harga lebih murah, kepastian ketersediaan pupuk menjadi hal yang paling melegakan. “Sekarang kami tidak perlu takut pupuk habis di kios. Semua tercatat, semua terjamin,” katanya.