Mukomuko Targetkan Bebas Rabies, Begini Caranya
Petugas Pertanian Kabupaten Mukomuko menargetkan bebas rabies gencar berikan vaksin.-IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko berkomitmen di daerah ini akan bebas dari rabies. Target itu akan dicapai hingga tahun 2030 mendatang. Ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Pitriyani SPt. Ia menyampaikan, bidang peternakan dan kesehatan hewan terus berupaya maksimal. Langkah yang dilakukan diantaranya dengan berbagai program dan kegiatan lapangan, yakni melalui vaksinasi anti rabies terhadap hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera.
“Rabies masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan hewan. Karena itu, program pemberantasan rabies harus dilakukan secara berkelanjutan, terencana serta melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” katanya.
BACA JUGA:H-2 Pendaftaran Ditutup, 451 Perusahaan Daftar Jadi Penyelengara Magang Nasional Kemnaker
BACA JUGA: BKPSDM Benteng Usulkan NI PPPK Paruh Waktu, Segini Jumlahnya
Pitri juga menyampaikan, target sudah sangat jelas, Kabupaten Mukomuko harus bebas rabies pada tahun 2030. Untuk itu, vaksinasi hewan penular rabies menjadi salah satu kunci utama dalam upaya pencegahan. Ia juga mengatakan, petugas kesehatan hewan terus bergerak ke berbagai wilayah desa,kelurahan dan kecamatan untuk memberikan layanan vaksinasi rabies secara gratis. Selain itu, juga dilakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan. Kesadaran warga dinilai sangat penting, mengingat rabies dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan. Lanjut Pitri, untuk capaian menuju kabupaten bebas rabies bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama. Setiap pemilik hewan dianjurkan membawa anjing, kucing, maupun kera peliharaannya untuk divaksinasi. Dengan begitu, penyebaran virus rabies dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Pemerintah menyiapkan vaksin dan tenaga medis, sementara masyarakat diharapkan aktif mendukung dengan menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka. Intinya penting kerja sama kita semua,” bebernya.
Selain vaksinasi, sambung Pitriyani, pihaknya juga rutin melakukan pengawasan terhadap kasus gigitan hewan serta memberikan penanganan cepat terhadap laporan yang masuk. Hal ini merupakan bagian dari strategi terpadu untuk memutus mata rantai penularan rabies di tingkat akar rumput.“Dengan kebersamaan, cita-cita tersebut diyakini dapat terwujud, menjadikan Mukomuko sebagai daerah yang aman, sehat, dan terbebas dari ancaman rabies,” ungkapnya.(budi)