Harian Bengkulu Ekspress

DKPP Kota Bengkulu Cegah Wabah Sapi Ngorok, Usul 500 Vaksin Hewan Ternak

IST/BE Pengecekan kesehatan dan pemberian vaksinasi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, terhadap hewan ternak. --

Harianbengkuluekspress.id - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu memiliki program menyuntikkan vaksin kepada ratusan hewan ternak, seperti Sapi dan Kerbau. Untuk mencegah kasus kematian hewan ternak yang diakibatkan wabah penyakit sapi ngorok. 

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan drh Henny Kusuma Dewi mengatakan kepada BE, Minggu, 5 Oktober 2025, ''Kita usulkan ke pemerintah pusat melalui provinsi Bengkulu tahun ini 500 vaksin. Dosis itu kita salurkan secara terjadwal ke kelompok peternak."  

Vaksin jenis vaksin Septicaemia Epizootica ini akan diprioritaskan ke hewan ternak kerbau, karena  sebelumnya paling banyak terpapar penyakit ngorok. Henny pun berkomitmen, DKPP semakin gencar melakukan antisipasi dan langkah pencegahan penyakit, yang biasa menyerang sapi/kerbau ini. Dengan adanya vaksinasi yang bisa memberikan kekebalan kepada kondisi fisik hewan terhadap potensi penularan.

"Kita sangat mengantisipasi jenis penyakit ini karena bisa berdampak pada kematian hewan ternak. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pernapasan pada hewan ternak," jelasnya.

BACA JUGA:3 Pembangunan Desa Limus Rampung, Warga Dapat Langsung Rasakan Manfaatnya

BACA JUGA:Syamsurachman Aklamasi Pimpin Golkar, Gubernur Ajak Kolaborasi Bantu Rakyat

Diketahui, hampir setiap tahun ada temuan hewan ternak terinfeksi baik virus maupun bakteri. Untuk itu, DKPP terus mengupayakan pencegahan dan pengobatan agar penyakit sapi ngorok tersebut tidak menyebar ke hewan ternak milik warga lainnya. Adapun jangka waktu penyembuhan sapi yang terjangkit penyakit tersebut berlangsung hingga dua pekan lamanya. DKPP juga memberikan sosialisasi kepada para peternak terkait kebersihan kandang dan hal pemicu penularan bakteri/virus. 

"Kepada para peternak sapi/kerbau juga kita edukasi, agar teliti dalam membeli sapi dari luar daerah dan tidak tergiur dengan harga sapi yang murah," pungkasnya. (Medi Karya Saputra)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan