Harian Bengkulu Ekspress

Segini Jumlah Bulog Bengkulu Utara Serap Jagung Pipil

Penyerapan jagung pipil di Bulog Kabupaten Bengkulu Utara saat ini sudah diangka 4,8 ton.- APRIZAL/BE -

Harianbengkuluekspress.id – Upaya pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus berjalan, salah satunya melalui program penyerapan hasil panen jagung pipil dari petani lokal. Gudang Bulog Kabupaten Bengkulu Utara mencatat hingga saat ini telah menyerap sebanyak 4,8 ton jagung pipil, dan jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat.

Kepala Gudang Bulog BU, Vantho Yudistira menjelaskan, bahwa penyerapan jagung dilakukan sebagai bagian dari program stabilisasi pasokan komoditas pangan strategis yang digagas pemerintah pusat melalui Bappenas. Menurutnya, saat ini pihak Polres Bengkulu Utara telah kembali mengirimkan sampel jagung sebanyak 1 ton ke gudang Bulog. Jika hasil uji memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan, maka jumlah penyerapan dipastikan akan bertambah.

“Sampai hari ini, total penyerapan jagung pipil sudah mencapai 4,8 ton. Polres Bengkulu Utara juga telah mengirimkan tambahan sampel sebanyak 1 ton. Mudah-mudahan sampel tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Bappenas, sehingga bisa langsung kita serap,”Vantho

BACA JUGA: Tinjau Pasar, Wabup Benteng Temukan Banyak Bangunan Tak Ditempati, Begini Sikapnya

BACA JUGA:New Khatulistiwa dan Komunitas B3, Salurkan Bantuan Kemanusiaan Pasien Kanker RSMY

Dalam proses penyerapan ini, lanjut Vantho, bahwa pihaknya menetapkan harga pembelian sebesar Rp 6.400 per kilogram, dengan standar kadar air maksimal 14 persen dan kadar aflatoksin maksimal 50 ppb (part per billion). Ketentuan ini mengikuti regulasi nasional mengenai kualitas jagung yang layak untuk diserap oleh Bulog. Standar tersebut penting untuk memastikan bahwa jagung yang dibeli memiliki mutu baik dan dapat digunakan sebagai bahan baku industri pakan ternak maupun untuk kebutuhan lainnya.

Vantho menegaskan. bahwa standar kualitas menjadi prioritas utama, sehingga setiap jagung yang akan diserap harus melalui proses pengujian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas stok jagung nasional, serta memastikan agar penyerapan benar-benar memberikan manfaat bagi semua pihak, baik petani maupun pemerintah.

“Kami tetap berpegang pada ketentuan kualitas. Jagung yang kami serap harus memenuhi kadar air dan aflatoksin yang telah ditetapkan. Ini penting agar tidak terjadi penurunan mutu dalam penyimpanan dan distribusi,” tambahnya.

Lebih lanjut Vantho menyampaikan, Program penyerapan jagung ini juga diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi petani lokal, terutama dalam hal kepastian harga dan penyerapan hasil panen. Dengan adanya Bulog sebagai off taker, petani tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi harga pasar atau kesulitan menjual hasil panen mereka.

Selain itu, kerja sama lintas sektor antara Bulog, Polres Bengkulu Utara, dan pemerintah daerah menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Pengiriman sampel jagung oleh Polres menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa komoditas yang diserap benar-benar sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.

"Kami juga berkomitmen untuk terus mendorong petani meningkatkan kualitas produksi jagungnya, terutama dalam hal pengeringan pascapanen dan penanganan pascapanen lainnya. Dengan kualitas yang memenuhi standar, maka peluang penyerapan oleh Bulog akan semakin besar," tandasnya.(afrizal)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan