300 Penerima Program PKH dan BPNT di Kepahiang Mundur, Ini Penyebabnya
Dinsos Kepahiang saat mendatangi warga yang mengundurkan diri-IST/BE -
Harianbengkuluekspress.id - Ratusan Emak-emak penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) beramai-ramai mendadak mengundurkan diri, Senin 13 Oktober 2025. Pengunduran diri beramai-ramai ini diduga dilatari lantaran banyak emak-emak penerima manfaat yang termotivasi oleh aksi ibu Saenah atau yang akrab disapa Een. Pasalnya wanita yang berprofesi sebagai tukang kue keliling itu sebelumnya sempat mengundurkan diri dari seluruh program Bantuan Sosial (Bansos) yang diterimanya. Aksi wanita yang berdomisili Dusun 4 Desa Imigrasi Permu Kecamatan Kepahiang itu pun viral dan kontan menuai banyak reaksi positif dari masyarakat. Alhasil sebagai efek domino atau reaksi berantai hal tersebut, banyak emak-emak yang mendadak ikut mengundurkan diri dari program Bansos PKH dan BPNT.
Kepala Dinsos Kepahiang, Helmi Johan, MPd melalui Koordinator Bansos PKH, Arif Muzakar membenarkan banyaknya penerima manfaat yang mengundurkan diri tersebut. Bahkan berdasarkan hitungan sementara, sudah ada 300-an penerima manfaat yang menyatakan mengundurkan diri dari program Bansos PKH dan BPNT.
"Kami belum rekap data realnya, namun kurang lebih itu ada di angka 300-an orang penerima manfaat yang dinyatakan mengundurkan diri dari program bansos PKH dan BPNT," ujar Arif.
Dijelaskan Arif, ibu Saenah merupakan tukang kue yang berasal dari Desa Imigrasi Permu. Ia sebelumnya memang tercatat sebagai KPM Bansos dan belakangan diketahui telah mengundurkan diri.
BACA JUGA: Didampingi Kuasa Hukum dan Anggota Dewan, THLT Datangi Kantor BKPSDM Lebong, Ini Tujuannya
BACA JUGA:50 Pembangunan Jalan Tol Masuk Program Strategis Nasional, Berikut Daftarnya
Ibu Saenah dianggap telah menjadi motivasi lantaran disaat ada banyak orang yang berlomba-lomba untuk berebut Bansos di tengah keterbatasannya ia malah mengundurkan diri dan memilih untuk merelakan posisinya agar digantikan dengan orang lain yang lebih layak. Ia bahkan turut serta hadir dalam pembagian Buku Tabungan (Butab) dam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Dinsos Kepahiang beberapa waktu yang lalu. Namun kehadirannya bukan sebagai peserta, melainkan sebagai tukang kue yang memanfaatkan kesempatan dan peluang emas untuk melariskan dagangannya.
"Jadi yang bersangkutan ini juga datang waktu pembagian KKS dan Butab kemarin, namun bukan sebagai peserta melainkan sebagai penjual kue yang melihat adanya peluang untuk mengais rezeki," sambungnya.
Disinggung terkait berapa orang sisa penerima manfaat Bansos di Kabupaten Kepahiang, Arif belum bisa memastikannya sebab jumlah penerima Bansos ini terus mengalami pergerakan. Hanya saja berdasarkan data terakhir ada 9.900 KPM yang tercatat sebagai penerima manfaat PKH dan juga BPNT di Kabupaten Kepahiang, dan yang mengundurkan diri sekarang ini kurang lebih sudah ada 300 orang.(doni)