Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib di SD/MI, BSKAP: Bukan Hal Baru
Pemerintah akan mewajibkan mapel bahasa inggris diajarkan mulai jenjang SD-istimewa/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Bahasa inggris mulai menjadi mata pelajaran wajib untuk siswa jenjang SD/MI. Wacananya kebijakan ini diberlakukan mulai kelas 3 SD/MI tahun ajaran 2027/2028 mendatang.
Karena masih dalam masa persiapan, sekolah memiliki waktu hingga 2026/2027 untuk menyiapkan sumber daya mulai dari guru, materi, infrastruktur, agar bisa melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris secara wajib pada 2027/2028.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menambahkan bahwa kebijakan ini bukan merupakan hal baru.
"Sebenarnya memasukkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bukan proses yang baru dijalankan tiba-tiba, proses transisinya sudah tercantum dalam Pasal 33 Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
BACA JUGA:Mulai 2027, Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Dijenjang Sekolah Dasar
Kemudian dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024," jelasnya.
Pemerintah melalui Kemendikdasmen bertanggung jawab untuk mempersiapkan guru (pelatihan, peningkatan kompetensi) dan penyediaan guru Bahasa Inggris di SD/MI selama masa transisi kebijakan.
Diharapkan, kebijakan tentang wajibnya Bahasa Inggris pada jenjang SD dapat menjadi momentum penting dalam peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia.
BACA JUGA:Biaya Kuliah PPG tahun 2025 Ditanggung Pemerintah, Segini Besarannya
"Melalui penguasaan bahasa internasional sejak dini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas wawasan global, serta menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan masa depan,"tutur Toni.
Sebagai langkah awal, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan tenaga pendidik menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan ini.
Dengan komitmen bersama, Bahasa Inggris tidak hanya diajarkan sebagai mata pelajaran, tetapi juga menjadi jembatan bagi generasi muda menuju dunia yang lebih terbuka dan kompetitif. (**)