Harian Bengkulu Ekspress

Tim Monev Kecamatan Penarik Tinjau Pembangunan Air Bersih di Desa Bumi Mulya

--

Harianbengkuluekspress.id — Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, melakukan pengecekan lapangan terhadap sejumlah kegiatan pembangunan di Desa Bumi Mulya, Kamis, 23 Oktober 2025.  Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan pembangunan desa dan penggunaan Dana Desa (DD) berjalan sesuai perencanaan serta hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan monitoring yang dipusatkan di aula Desa Bumi Mulya dipimpin langsung oleh Camat Penarik, Khairul Saleh, SKm, MM, selaku Ketua Tim Monev. Turut hadir Kasi Ekobang, staf kecamatan, Kepala Desa Bumi Mulya, Ketua BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, TPK, serta perangkat desa setempat.

Camat Penarik, Khairul Saleh, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Desa Bumi Mulya memfokuskan pembangunan pada satu kegiatan fisik prioritas, yaitu pembangunan sarana air bersih yang dibangun di tiga titik berbeda.

“Untuk tahun 2025, Desa Bumi Mulya hanya melaksanakan satu kegiatan fisik berupa pembangunan sarana air bersih di tiga titik. Dua di antaranya sudah mencapai 90 persen, dan satu titik telah selesai 100 persen,” ujar Khairul Saleh.

BACA JUGA: Segini Jumlah Dinkes Mukomuko Tangani Balita Gizi Kurang

BACA JUGA:ASN Berprestasi Pemda Kota Bengkulu Direward Umrah, ASN Terbaik Tingkat OPD Dapat hadiah Rp 1 Juta

Adapun tiga titik pembangunan tersebut meliputi pembangunan tower air bersih berkapasitas 18.000 liter di RT 05 Dusun I dengan pagu anggaran Rp211.554.000, yang telah rampung dan kini dimanfaatkan oleh sekitar 80 keluarga.

Sementara dua titik lainnya berada di RT 01 Dusun II dan RT 08 Dusun I, masing-masing dengan pagu anggaran yang sama, dan saat ini tengah dalam tahap penyelesaian akhir dengan progres mencapai 90 persen.

Selain meninjau progres pembangunan fisik, Tim Monev juga mengevaluasi realisasi program ketahanan pangan tahun 2022–2024, serta memeriksa kelengkapan administrasi dan laporan pertanggungjawaban (SPJ) kegiatan desa.

“Seluruh dokumen administrasi dan laporan kegiatan telah dinyatakan lengkap. Namun, kami memberikan catatan agar dua titik pembangunan air bersih yang masih dalam tahap pengerjaan dapat segera diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran,” tambah Khairul.

Sementara itu, Kepala Desa Bumi Mulya, Karsiman, didampingi Ketua BPD, Sukamto, menjelaskan bahwa hingga tahun 2025 Desa Bumi Mulya telah memiliki tujuh unit tower air bersih, baik yang dibangun melalui Dana Desa maupun dari bantuan Dinas PUPR lewat program Pamsimas.

“Sejak tahun 2017 hingga 2020, ada tiga tower air bersih yang dibangun melalui program Pamsimas dari Dinas PUPR. Sementara pada 2025 kami menambah empat titik baru, tiga menggunakan Dana Desa dan satu melalui bantuan PUPR,” jelas Karsiman.

Ia menambahkan, program air bersih ini merupakan aspirasi langsung warga yang sejak lama kesulitan mendapatkan pasokan air layak konsumsi, terutama saat musim kemarau. Pemerintah desa menargetkan seluruh sistem air bersih dapat beroperasi penuh pada akhir tahun ini agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Selain fokus pada infrastruktur air bersih, evaluasi Tim Monev juga menyoroti capaian program ketahanan pangan yang menunjukkan hasil positif. Berdasarkan laporan pemerintah desa, program tersebut mencakup pengadaan 18 ekor sapi pada 2022 dan 9 ekor sapi pada 2024, yang kini telah berkembang menjadi 36 ekor sapi hingga 30 September 2025.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan