Harian Bengkulu Ekspress

Bahasa Portugis dan Spanyol Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia, Begini Reaksi DPR RI

ilustrasi Rapat di DPR RI -tangkaplayar/Bengkuluekspress.id--

Harianbengkuluekspress.id- Pemerintah akan memasukkan bahasa Portugis dan Spanyol sebagai bahasa prioritas dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. 

Ide gagasan itu disampaikan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva  di Istana Merdeka, 23 Oktober 2025 lalu. 

kebijakan ini juga sejalan dengan upaya memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Brasil, yang kini tengah memasuki babak baru. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis antara kedua negara yang kini tengah memasuki babak baru. 

Dengan memasukkan bahasa Portugis dan Spanyol sebagai bahasa prioritas, Indonesia berharap dapat mempererat hubungan dengan negara-negara berbahasa tersebut, khususnya Brasil dan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Eropa. 

Di tengah era global yang semakin kompetitif, kemampuan berbahasa asing kini menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Sekolah-sekolah di Indonesia pun mulai menempatkan pelajaran bahasa asing sebagai prioritas.

BACA JUGA:Kabar Baik, Mulai 2026 Pemerintah Hapus Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan, ALi Ghufron Mukti: Ada Kriterianya

BACA JUGA:Presiden Prabowo Wajibkan Bahasa Portugis Dan Spanyol Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

Keputusan masuknya bahasa Portugis dan Spanyol di kurikulum sekolah dinilai menjadi keputusan yang sangat strategis dengan manfaat jangka panjang. Bukan hanya mempererat diplomasi, tetapi menjadi bekal abadi bagi generasi.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyambut baik upaya pemerintah dalam memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia. Namun, ia meminta kejelasan manfaat bahasa Portugis untuk para siswa, baik dari segi manfaat strategis, hubungan diplomatik, maupun relevansinya dengan kebutuhan masa depan siswa. 

Dengan memasukkan bahasa Portugis dan Spanyol dalam kurikulum, Indonesia berupaya meningkatkan daya saing generasi mudanya di kancah global. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan dengan negara-negara berbahasa Portugis dan Spanyol, serta membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, seperti ekonomi, budaya, dan pendidikan.(**) 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan