Harian Bengkulu Ekspress

Penempelan Stiker Penerima Bansos di Kepahiang Harus Disosialisasikan , Ini Tujuannya

Petugas Dinsos Kepahiang saat memasang stiker warga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah.- Ist/BE -

Harianbengkuluekspress.id - Program penempelan stiker bertuliskan 'Kami Termasuk Dalam Kategori Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial' oleh Dinsos Kepahiang timbulkan pro kontra ditengah masyarakat. Disatu sisi banyak warga mendukung gebrakan Dinas Sosial Kepahiang tersebut, agar dapat menertibkan penerima bansos yang tidak tepat sasaran.  Disisi lain, adanya juga perasaan sedih warga miskin karena rumah dilabel tulisan. Keadaan itupun mendapatkan tanggapan beragama dari banyak pihak. 

Terkait permasalahan ini, Anggota DPRD 

Kepahiang, Nendi Sepriadi mengatakan, bahwa program yang dijalankan Dinsos Kepahiang ini sebetulnya merupakan gebrakan baru yang sangat baik untuk dilakukan.

Menurut Nendi, melalui program ini secara tidak langsung Dinsos sudah melakukan verifikasi lapangan terhadap para penerima Bansos di Kabupaten Kepahiang. Bukan hanya itu saja, program ini sekaligus menggugurkan sejumlah KPM yang sebetulnya memang tidak layak untuk mendapatkan Bansos.

"Tentu pertama akan kita apresiasi gebrakannya, sebab dengan program ini secara tidak langsung penerima Bansos akan terseleksi. Dengan demikian, program Bansos dari pemerintah pusat ini, akan jatuh ke tangan-tangan yang memang benar-benar tepat," ujar Nendi.

BACA JUGA: Siswa Siswi SMA Bersiap, Tahapan SNBP Tahun 2026 Dimulai Desember 2025, Cek Jadwalnya Disini

BACA JUGA:Siap-Siap, Program Magang Nasional Batch II Dibuka 6 November, Ini Jadwal Lengkapnya

Namun disisi lainnya, Nendi juga meminta, agar Dinsos Kepahiang melakukan komunikasi dan sosialisasi terhadap masing-masing KPM, terutama pada saat penempelan stiker berlangsung. Dinsos diminta agar memberikan pemahaman dengan baik, bahwa penempelan stiker ini bertujuan untuk memastikan bahwa 

semua yang menerima bansos benar-benar keluarga yang layak dibantu, dan tidak diterima keluarga yang sudah mampu.

"Bahasa komunikasinya diperhalus, diberikan pengertian kepada masyarakat kita. Jadi masyarakat yang benar-benar layak menerima Bansos tidak merasa dipermalukan, tidak merasa rendah diri," sambungnya.(doni)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan