Kemenag Gerak Cepat, Turunkan Tim, Cek Struktur Bangunan Pesantren yang Ambruk di Situbondo
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar -Tangkaplayar/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Kementerian Agama mengambil langkah cepat, pasca insiden ambruknya atap kamar asrama putri pesantren Salafiyah Syafi'iyah Syekh Abdul Qadir Jailani, Situbondo, Jawa Timur.
Kementerian Agama telah mengirimkan tim ke lokasi untuk memberikan bantuan, pendampingan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam menangani dampak musibah tersebut.
"Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Kementerian Agama, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,"ujar Menag Nasaruddin.
Menurut Menag, peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak agar memperkuat perhatian terhadap aspek keselamatan dan kelayakan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Keren, Siswa MIN 2 Kota Bengkulu Juara Nasional Lomba Cerdas Mengulas Buku 2025
BACA JUGA:Sosok Muhammad Rava Rizky Pratama, Siswa Cilik Bengkulu Juara 2 Cerdas Mengulas Buku Nasional 2025
Pihaknya sudah menurunkan tim, dan melakukan pendataan terhadap kondisi fisik pesantren di berbagai daerah, bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pondok pesantren akan menjadi prioritas perhatian pemerintah dari sisi keamanan dan kelayakan infrastruktur.
"Kita tidak ingin ada lagi musibah seperti ini. Ini diharapkan menjadi yang terakhir. Negara akan hadir dan bertanggung jawab memastikan pesantren menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi para santri," tegas Menag
Menag juga menyampaikan bahwa Kemenag sedang menyusun aturan teknis baru tentang pendirian dan pengelolaan pondok pesantren, termasuk kriteria bangunan yang aman dan standar keselamatan bagi santri.
"Ini bukan soal membatasi, tapi memastikan keselamatan dan masa depan para santri. Kami ingin tidak ada lagi duka yang menimpa dunia pesantren," pungkas Menag Nasaruddin Umar. (**)