Harian Bengkulu Ekspress

Polresta Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam, BMKG: Musim Hujan Bergeser dan Lebih Panjang

IST/BE Kepolisian Resort Kota Bengkulu melaksanakan apel gelar pasukan dan perlengkapan dalam rangka kesiapsiagaan potensi bencana Hidrometeorologi tahun 2025 di halaman Mapolresta Bengkulu, Selasa 4 November 2025.--

Harianbengkuluekspress.id - Kepolisian Resort Kota Bengkulu melaksanakan apel gelar pasukan dan perlengkapan kesiapsiagaan potensi bencana Hidrometeorologi,  2025. Kota Bengkulu menjadi salah satu wilayah rawan bencana Hidrometeorologi, seperti banjir besar pada 2019. Hidrometeorologi bukan hanya banjir, tetapi meliputi kekeringan, badai, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas. 

Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno SSos MH mengatakan, apel tersebut merupakan langkah untuk menghadapi ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrim. Terlebih cuaca ekstrim kerap terjadi menjelang akhir tahun. 

"Kita harus siap siaga, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur terkait lain menjadi kunci utama memaksimalkan penanganan jika terjadi bencana alam," jelas Kapolresta. 

Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, kesiapan fisik dan mental harus disiapkan untuk menghadapi jika terjadi bencana alam. Selain itu, dukungan sarana dan prasarana untuk menghadapi potensi bencana alam. Umumnya berfokus pada wilayah rawan banjir, longsor dan angin kencang di Kota Bengkulu. Personel polisi juga diminta responsif jika menerima laporan dari masyarakat terkait adanya bencana alam. Segera sampaikan jika menerima laporan, nanti dikoordinasikan dengan personel lain jika butuh tambahan bantuan.

BACA JUGA:Bid Propam Polda Bengkulu Sidak SPPG, Pastikan Dapur Penuhi Standar Gizi MBG

BACA JUGA:Pengurus Golkar Provinsi Bengkulu Bertabur Bintang, Ada Ketua DPRD hingga Mantan Bupati

"Personel harus peka terhadap situasi lapangan. Saat ada laporan potensi bencana alam, cepat tanggapi. Tugas Polisi itu hadir dan memberikan rasa aman dan membantu masyarakat," imbuh Kapolresta.

Selain apel gabungan, kegiatan tersebut juga untuk pengecekan peralatan penaggulangan bencana. Mulai dari kendaraan taktis, perahu karet, alat komunukasi, perlengkapan medis dan alat pendukung lainnya. Disisi lain, 

Disisi lain perubahan iklim akibat pemanasan global kini telah berdampak nyata terhadap peralihan musim. Tahun ini, BMKG Provinsi Bengkulu mencatat musim hujan di Bengkulu datang lebih awal dibanding dengan tahun sebelumnya.

Kepala Koordinator BMKG Provinsi Bengkulu, Luhur Tri Uji Prayitno SP MLing mengungkapkan kepada BE, Selasa, 4 November 2025, musim penghujan di Bengkulu tahun ini sudah tiba pada Juni 2025. Padahal biasanya musim hujan baru mulai pada awal Oktober.

BACA JUGA:Gen Z Beraksi, Kreativitas Muda Mengguncang AHM Best Student 2025

"Tahun ini perubahan musim di Bengkulu sudah berubah jauh sekali. Berdasarkan analisa klimatologi, musim hujan datang lebih awal dan lebih panjang. Musim hujan sudah mulai Juni dan puncaknya ada pada Oktober hingga November ini. Jadi memang sudah bergeser," terangnya, Selasa, 4 November 2025.

Dikatakan Luhur, perubahan jadwal musim hujan dan kemarau tersebut akibat dampak pemanasan global yang memang sudah terasa sejak berapa tahun terakhir. Ia menyebutkan tingginya penggunaaan bahan bakar fosil menjadikan salah satu faktor yang meningkatkan suhu bumi.

"Faktor utamanya yakni pemanasan secara global ya dimana CO2 yang dilepaskan ke udara itu sangat tinggi sehingga lapisan ozon yang berfungsi menahan pancaran ultraviolet ini langsung ke bumi menipis," paparnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan