Harian Bengkulu Ekspress

Kemendikasmen Kirim Tenaga Pengajar Bahasa Indonesia ke Universitas Al Azhar Mesir

Mendikdasmen mewakili pemerintah Indonesia menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan Rektor Universitas Al Azhar, Syaikh Salamah Daud. -Istimewa/Bengkuluekspress.id-

Harianbengkuluekspress.id-Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah  akan mengirimkan tenaga pengajar Bahasa Indonesia ke Al Azhar, Mesir. 

Hal ini sebagai tindak lanjut dibukanya program studi Bahasa Indonesia di perguruan tinggi tersebut. 

Untuk mengimplementasikan program itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti  berjanji akan segera berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo serta Badan Bahasa Kemendikdasmen. 

"Kami memiliki program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang dikola Badan Bahasa Kemendikdasmen di 57 negara di dunia. Ini merupakan bagian penting dari gerakan penginternasionalan bahasa Indonesia," ujar Abdul Mu'ti. 

BACA JUGA:Olimpiade Madrasah Indonesia Digelar, Wamenag: Madrasah Menjadi Pusat Keunggulan

BACA JUGA:Ini Dia Pemenang Kompetisi Film Islami Tingkat Nasional 2025, Kemenag Pesan Begini

Ia menambahkan, bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa merupakan jembatan yang mempererat hubungan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, budaya dan bidang lainnya antarnegara.

Disisi lain, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin maupun Dubes RI untuk Mesir Lutfi Rauf menyatakan kesiapan mereka menjaga kelangsungan program studi bahasa Indonesia di Al Azhar Kairo. 

"Ini merupakan momentum bersejarah. Penggunaan Bahasa Indonesia di sidang UNESCO beberapa waktu lalu, dan pembukaan prodi Bahasa Indonesia di Al Azhar merupakan pengakuan yang membanggakan dan mesti kita jaga kelangsungannya," tandas Hafidz.

Sebelumnya, pada Kamis 6 November 2025, Mendikdasmen mewakili pemerintah Indonesia menandatangani naskah perjanjian kerja sama dengan Rektor Universitas Al Azhar, Syaikh Salamah Daud. 

Dalam naskah tersebut, kedua pihak sepakat menjalin sejumlah kerja sama. 

Pertama mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. 

Kedua, melakukan kajian bahasa dan sastra terhadap manuskrip-manuskrip Indonesia yang ada di Mesir. Ketiga, menyelenggarakan uji kemahiran bahasa Indonesia. 

Keempat, mengembangkan bahan ajar bahasa Indonesia. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan