Pengelola Wisata di Lebong Diingatkan Pasang Papan Peringatan, Ini Tujuannya
Kabid Pariwisata Disparpora Lebong, Agus Suryadi --
Harianbengkuluekspress.id – Antisipasi kembali bertambah korban jiwa di tempat objek wisata, Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong mengingatkan seluruh pengelola objek wisata untuk memasang peringatan, terutama wisata yang memiliki zona bahaya yang dapat mengakibatkan korban jiwa.
Sebelumnya sejak beberapa bulan terakhir sudah ada 2 orang pengunjung objek wisata air terjun Paliak Kecamatan Uram Jaya yang terjatuh dan terseret arus air yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparpora Kabupaten Lebong, Rachman SKM MKM MSi melalui Kabid Pariwisata, Agus Suryadi mengatakan, bahwa terkait terjadinya korban jiwa di tempat objek wisata, pihaknya secara langsung telah mendatangi pihak kecamatan untuk menyampaikan terkait pemasangan papan peringatan.
“Sebelumnya dari komisi I DPRD Lebong telah menghimbau untuk pemasangan papan peringatan,” sampainya.
BACA JUGA:Resmi Dari Kemenhaj, Ini Dia Pembagian Kloter Jemaah Haji Indonesia 1447 H/2026 M
Lanjut Agus, dalam koordinasi yang telah dilakukan pihaknya meminta pihak Kecamatan untuk bisa menyampaikan kepada seluruh Pemerintah Desa dan pengurus objek wisata, untuk segera memasang plang atau papan peringatan zona bahaya.
“Agar pengunjung bisa mengetahui kawasan yang masuk zona bahaya,” jelasnya.
Masih kata Agus, dengan dipasangnya papan peringatan zona bahya, maka bisa bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti musibah adanya pengunjung yang hanyut dan tenggelam di objek wisata hingga korbannya meninggal dunia.
“Kita tidak ingin musibah seperti itu kembali lagi terjadi,” ucapnya.
Ditambahkan Agus, kepada pihak Kecamatan, Pemdes dan pengurus objek wisata, juga diharapkan untuk bisa memperketat kemanan yang bukan hanya memasang papan peringatan, namun melakukan edukasi kepada para pengunjung terhadap spot-spot berbahaya yang ada di objek wisata.
“Dari Kecamatan, Desa dan Kelurahan maupun pengurus objek wisata untuk bisa lebih aktif,” pintanya.(erik)