Jelang Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Gusril Pausi: Wujudkan Kaur Terang Benderang
Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos, MAP --
Harianbengkuluekspress.id - Baru 9 bulan memimpin Kabupaten Kaur, Bupati Gusril Pausi, S.Sos, MAP dan Wakilnya, Abdul Hamid, S.Pd.I secara perlahan namun pasti membangun Kabupaten Kaur yang gemilang.
Salah satu programnya yang sangat dinantikan masyarakat adalah listrik yang stabil dan bebas pemadaman.
Kini, penantian tersebut hampir jadi kenyataan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kepemimpinan dan perhatian serius dari Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos MAP bersama Wakilnya, Abdul Hamid, S.Pd.I. Gusril secara langsung turun tangan menjadikan persoalan listrik sebagai prioritas utama yang harus diselesaikan pemerintah daerah.
Bupati Gusril Pausi mentargetkan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan krusial, yakni tower dan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Manna-Bintuhan serta pengoperasian Gardu Induk (GI) PLN di Kecamatan Tetap akan tuntas sesuai jadwal.
BACA JUGA: Kemendikdasmen Rancang Aturan Baru Pencegahan Kekerasan di Sekolah Mulai 2026
“Sesuai dengan hasil pembahasan kita bersama pihak PLN Sumbagsel, PLN targetkan akhir tahun ini Gardu Induk sudah beroperasi dan Kabupaten Kaur tidak lagi mati lampu lagi, karena ini menghambat aktivitas warga maupun pelaku usaha. Maka kita dorong keras agar proyek ini tuntas di akhir tahun 2025 ini,” tegas Bupati.
Dikatakan Bupati, dimana ia mentargetkan pengoperasian GI yang paling lambat ditetapkan pada akhir November 2025 ini, juga bukti nyata dari gerak cepat Bupati dan Wabup Kaur dalam mendesak dan berkoordinasi dengan PT PLN Persero UPP Sumbagsel terkait persoalan listrik di Kaur ini. Percepatan penyelesaian jaringan SUTT Manna–Bintuhan terus dikejar. Proyek ini sebelumnya ditargetkan beroperasi akhir Oktober 2025, namun terpaksa mundur karena adanya kendala pada dua titik bidang lahan jalur Right of Way (ROW).

Bangunan Gardu Induk (GI) yang terletak di Desa Kasuk Baru Kabupaten Kaur yang siap beroperasi di akhir tahun 2025 ini. -IST/BE-
Pemilik lahan keberatan dengan nilai ganti rugi yang telah ditetapkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Selain pendekatan langsung kepada masyarakat, PLN juga menempuh langkah hukum berupa konsinyasi, yakni menitipkan dana ganti rugi ke pengadilan agar proses pembangunan dapat terus berjalan.
Bahkan, demi mewujudkan mimpi Kaur terang benderang, Bupati menunjukkan kebijaksanaan dan kerendahan hati dengan menghimbau seluruh masyarakat untuk bersatu mendukung penyelesaian pembebasan lahan untuk tapak tower yang tersisa.
"Untuk mewujudkan Kaur bebas dari mati lampu ini tentu membutuhkan dukungan dan support dari seluruh masyarakat, terutama beberapa tapak tower lagi yang belum selesai dan ini butuh dukungan dari masyarakat, agar kita Kaur ini bebas dari mati lampu,” tandasnya.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kaur di bawah komando Bupati Gusril Pausi juga diakui dan diapresiasi tinggi oleh pihak PLN. Manager PT PLN Persero UPP Sumbagsel Dua, Adi Saputro menyampaikan optimisme bahwa target akan tercapai berkat dukungan luar biasa yang diberikan. Pencapaian ini kelak akan menjadi karya monumental dari kepemimpinan Gusril Pausi.
Menurutnya, peningkatan kapasitas listrik dari hanya 10 MW menjadi 60 MW adalah jaminan bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, menjadikan Kabupaten Kaur yang Maju, Sejahtera dan Bahagia.
“Untuk saat ini progres kita sudah cukup bagus dan sebagian tower sudah berdiri dan kabel sudah kita pasang, kini kita tinggal dua tampak tower lagi belum selesai dan kita target tahun ini selesai, kita mohon supportnya dari bapak Bupati dan juga warga,” tandasnya.(618)