Harga Beras di Bengkulu Terpantau Turun, Berdasarkan Hasil Pemantauan Satgas Pemantau Beras
IST/BE Satgas Pengendali Harga Beras Dit Reskrimsus Polda Bengkulu saat turun ke lapangan memantau harga beras yang ada di tingkat grosir, agen dan pasar yang ada di Kota Bengkulu.--
Harianbengkuluekspress.id – Harga beras di Provinsi Bengkulu terpantau mengalami penurunan berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Harga Beras. Pemantauan harga beras dilakukan di sejumlah pasar tradisional hingga minimarket di seluruh provinsi.
Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono SIK, melalui Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Andy Pramudya Wardana SIK, menyatakan bahwa penurunan harga beras berlaku untuk baik beras jenis premium maupun medium. Para pedagang telah menjual beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
"Berdasarkan pemantauan Satgas Pengendalian Harga Beras tahun 2025, mulai dari pasar hingga minimarket, harga beras terpantau turun. Kegiatan ini dilakukan untuk menekan lonjakan harga," ujar Kabid Humas.
BACA JUGA:Astra Motor Gencarkan Edukasi Keselamatan Berkendara, Kali Ini di SMKS 2 Kota Bengkulu
Dir Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Aris Tri Yunarko SIK, melalui Kasubdit Indagsi, Kompol Jery Antonius Nainggolan SIK, menyampaikan bahwa pengecekan harga beras dilakukan rutin sejak awal November. Hasilnya, pada minggu terakhir November, harga beras mengalami penurunan. Untuk beras medium di tingkat agen dan grosir di kawasan Pagar Dewa dan Pasar Panorama, harga beras terpantau berkisar antara Rp 12.000 hingga Rp 13.500 per kilogram. Sedangkan untuk beras premium, harga beras terpantau mencapai Rp 15.000 per kilogram.
"Jenis beras premium, seperti merek Manggis, Kemangi, Fortune, dan Cap Jempol, sudah mulai menyesuaikan dengan HET," ujar Kompol Jery.
Sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2024, yang merupakan perubahan atas peraturan Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi, harga beras dibagi menjadi 8 zona. Provinsi Bengkulu masuk dalam Zona 2, dengan Harga Eceran Tertinggi beras jenis medium sebesar Rp 14.000 per kilogram dan beras premium Rp 15.400 per kilogram.
BACA JUGA:Rifai Tajuddin Lantik Sukarni sebagai Pj Sekda
Untuk pasokan beras bulan November, terpantau stabil. Diharapkan kondisi ini dapat bertahan hingga bulan Desember. (Rizki Surya Tama)