Tahun Ini Gagal, Sirkuit Dibangun Tahun Depan
Tejo Suroso--
Harianbengkuluekspress.id - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu membangun sirkuit balap motor pada tahun anggaran 2025 dipastikan gagal. Kegagalan ini disebabkan belum selesainya dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta proses pengadaan lahan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu Tejo Suroso ST MSi mengatakan, walaupun tahun 2025 belum bisa direalisasikan, namun dipastikan pembangunan sirkuit akan dilanjutkan dan dianggarkan kembali pada tahun 2026.
"Pada tahun 2025 itu, sudah dianggarkan Rp 8 miliar untuk sirkuit, tapi karena terkendala Amdalnya belum, itu menjadi kendala," terang Tejo, Kamis 27 November 2025.
Tejo mengatakan, Amdal sejauh ini masih terus dikejar untuk dituntaskan. Targetkan, tahun 2025 amdalnya telah selesai. Tinggal lagi melanjutkan proses perencanaan yang telah disusun sejak awal.
"Sekarang perencanaan berjalan, lahan juga masih proses," tuturnya.
BACA JUGA:Mantan Dirut Dituntut Paling Berat, Dugaan Korupsi Makan Minum RSUD Curup
BACA JUGA:7 Tersangka Korupsi Sekwan DPRD Provinsi segera Disidang
Tejo mengatakan, untuk kepastian lahan saat ini sudah tersedia. Pembangunan serikut itu, akan dibangun diatas lahan seluas 5 hektar berlokasi di eks Badan Koordinasi Penyuluh Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu dan eks HGU PT Bumi Rafflesia Indah di Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).
"Tahun ini kami memastikan lahan sudah tersedia 5 hektare, " beber Tejo.
Sementara itu, untuk anggaran pembangunan sirkuit, Tejo mengatakan, pihaknya telah mengusulkan di APBD Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2026 sebesar Rp 5 miliar. Artinya, meskipun sempat gagal tahun 2025, tahun depan dipastikan sirkuit yang telah ditunggu pecinta otomotif bisa direalisasikan.
"Tahun depan itu dianggarkan sekitar Rp 5 miliar, yang pasti untuk kebutuhan pelaksanaan event. Jadi pasti tetap dibangun," ujarnya.
Tejo menjelaskan, pembangunan sirkuit akan dilakukan secara bertahap. Anggaran Rp 5 miliar pada tahap awal tersebut akan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur inti yaitu jalan. Sementara untuk fasilitas lain, seperti tribun dan lainnya, akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
"Jadi bertahap. Jalan untuk balap motor itu dulu. Untuk tribun, pendukung-pendukung lainnya belum," tambah Tejo.
Selain sirkuit, prioritas pembangunan infrastruktur olahraga lainnya adalah Stadion Sepak Bola. Tejo mengatakan, pembangunan stadion ini merupakan keinginan dari Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan di lokasi yang sama dengan sirkuit balap motor.