Harian Bengkulu Ekspress

Perkuat Ekonomi Desa, Bumdes Lubuk Tapi Sakti Buka Usaha Ayam Petelur

Kandang Ayam Petelur Bumdes Lubuk Tapi Sakti yang telah panen sejak awal November 2025.-Renald/Bengkuluekspress-

Harianbengkuluekspress.id– Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Lubuk Tapi Sakti mulai menunjukkan perkembangan signifikan sejak menjalankan program budidaya ayam petelur pada awal November 2025.

Dengan populasi awal sebanyak 400 ekor, Bumdes di bawah kepemimpinan Ketua Tarmizi kini telah memasuki masa panen perdana. 

Berdasarkan hasil produksi beberapa pekan terakhir, rata-rata telur yang dihasilkan mencapai 5 karpet per hari, di mana satu karpet berisi 30 butir.

Meski angka tersebut masih tergolong tahap awal, Bumdes telah menyusun target peningkatan kapasitas produksi secara bertahap sesuai perkembangan populasi ayam dan stabilitas siklus bertelur.

BACA JUGA:Akhir Tahun, PLN Manna Mulai Jalankan Program Tuntas Tunggakan

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Bengkulu Selatan, Jumat 28 November 2025, Sore hingga Malam Terjadi Hujan Ringan-Sedang

Dalam dua bulan pasca panen perdana, Tarmizi menargetkan produksi harian meningkat menjadi 11 hingga 12 karpet per hari. Menurutnya, proyeksi tersebut realistis seiring usia ayam yang memasuki masa produktif penuh.

Peningkatan produksi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Bumdes untuk memperluas skala usaha serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa. 

"Selain itu, Bumdes juga menyiapkan rencana besar pada tahun 2026, yakni menambah populasi ayam hingga 1.000 ekor,"  ujar Tarmizi kepada BE, Kamis 27 November 2025. 

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan sekaligus membuka peluang bagi Bumdes untuk memperluas jaringan distribusi maupun menata ulang siklus panen agar lebih berkesinambungan.

Salah satu aspek yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah kebijakan harga yang diterapkan Bumdes. 

"Telur hasil panen dijual langsung kepada warga dengan harga Rp 45 ribu per karpet, lebih murah dari harga pasaran yang berkisar Rp 55 ribu per karpet," ungkapnya.

Kebijakan tersebut menjadi wujud komitmen Bumdes untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Lubuk Tapi dan sekitarnya. 

"Akses terhadap telur segar dengan harga terjangkau dinilai sangat membantu warga, terutama dalam kondisi kebutuhan pangan yang cenderung meningkat sepanjang tahun," sambungnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan