Harian Bengkulu Ekspress

Pelaku Pembunuhan Tetangga di Seluma Berhasil Diamankan

JEFRYY/BE Pelaku pembunuhan sesaat setelah di tangkap kepolisian Polres Seluma.--

Harianbengkuluekspress.id - Pelaku pembunuhan yang menghebohkan warga Desa Tanjung Seru, Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma, Jum'at lalu akhirnya berhasil ditangkap.  Pelaku bernama Igan (34) warga Desa Tanjung Seru, berhasil diamankan oleh anggota polisi di kediaman kakak kandungnya yang berada di Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, Sabtu dini hari, 29 November 2025.

Disampaikan Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan, SIK MIK melalui Kasat Reskrim, AKP Prengki Sirait, SH saat dikonfirmasi wartawan ini menjelaskan, penangkapan ini tidak lepas dari bantuan Dit Reskrim Polda Bengkulu yang menurunkan tim Jatanras, Bantek dan Resmob untuk membackup dalam proses pengejaran.

"Setelah kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan Dit Reskrim Polda Bengkulu. Tim Jatanras, Bantek dan Resmob membantu pencarian hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan," sampainya.

Menurutnya, pada saat penangkapan terhadap pelaku bersikap kooperatif. Pelaku tidak memberikan perlawanan saat ditangkap oleh anggota saat bersembunyi di rumah kakak kandungnya.

"Pelaku diamankan di rumah kakaknya dan penangkapan berlangsung kondusif," terangnya.

BACA JUGA: Tim SAR Bengkulu Gabungan Evakuasi Nelayan yang Perahunya Mati Mesin

BACA JUGA:Bupati Tolak Tawaran Kades Keban Agung 1, Mantan Dandim Bantah Miliki Lahan Bermasalah

Kasat Reskrim juga menerangkan, adapun motif aksi pembunuhan ini dipicu oleh sengketa lama terkait batas pekarangan rumah antara pelaku dan korban. Persoalan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dimediasi oleh pemerintah Desa Tanjung Seru. Namun pelaku disebut selalu mangkir dari undangan mediasi.

"Untuk motif, telah kita lakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Bahwa motif masalah sengketa tanah pekarangan rumah," tegas AKP Prengki.

Sementara itu, dalam pemeriksaan Igan mengaku sempat terlibat adu mulut dengan korban, Haryanto (45) sebelum kejadian. Perselisihan meningkat ketika pelaku merasa tidak senang dipelototi korban. Korban kemudian mengambil besi siku dan melemparkannya ke arah pelaku, namun tidak mengenai sasaran. Korban lalu mengambil besi bekas tiang parabola, sementara Igan mencabut pisau parang dari pinggangnya. Warga yang melihat pertengkaran itu sempat melerai keduanya dan pelaku memilih pulang.

Namun sekitar 30 menit kemudian, Igan kembali keluar rumah untuk mencari sarung pisau yang terjatuh saat dilerai warga. Baru berjalan sekitar 50 meter, tepat di depan rumah seorang warga bernama Burlian. Korban kembali menghadang Igan dan memancing cekcok lanjutan.

Pelaku yang terpancing emosi kemudian turun dari motornya dan mengayunkan pisau hingga mengenai kepala kanan korban. Meski terluka, korban mencoba merebut pisau dengan menggigit tangan kanan pelaku, hingga terjadi perebutan sengit. Dalam kondisi itu, Igan mengarahkan pisau ke perut korban yang menyebabkan luka tusuk parah hingga usus terburai.

"Korban menghadang saya dan mengajak berkelahi. Saya terpancing lalu ayunkan pisau. Korban menggigit tangan saya dan pisau mengenai perutnya. Setelah itu saya kabur," ungkap pelaku saat diperiksa penyidik.

Saksi mata, Burlian berusaha melerai keduanya saat melihat korban kesakitan sambil memegang perutnya. Melihat korban mengalami luka parah, membuat warga yang berada di sekitar lokasi langsung membawa korban ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Tais). Namun setiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan