Waspada! Makanan Tinggi Gula Bisa Bahayakan Kesehatan dan Berat Badan, Berikut Daftarnya
ilustrasi minuman manis -istimewa/bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Mengonsumsi makanan mengandung gula memang bisa meningkatkan mood dan memberikan energi cepat bagi tubuh. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan tinggi gula justru berisiko membahayakan kesehatan dan menambah berat badan.
Dikutip dari berbagai sumber,makanan tinggi gula dapat menyebabkan peningkatan berat badan karena gula sederhana cepat diserap tubuh dan diubah menjadi lemak. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kerusakan gigi.
Ahli Gizi dari Pusat Nutrisi dan Kesehatan Indonesia (PNKI), Dr. Lina Maharani menuturkan gula tambahan yang masuk ke tubuh dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar insulin secara cepat, memicu penumpukan lemak, dan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, serta gangguan metabolik.
"Konsumsi gula berlebih tidak hanya memicu kenaikan berat badan, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit metabolik. Sebaiknya batasi asupan gula tambahan maksimal 25 gram per hari untuk menjaga kesehatan optimal.”
Para pakar gizi menyarankan untuk mengganti camilan manis dengan pilihan lebih sehat, seperti buah segar, kacang-kacangan, atau yogurt tanpa tambahan gula. Kesadaran ini diyakini mampu menjaga kesehatan tubuh sekaligus membantu pengendalian berat badan.
BACA JUGA:Penderita Hipertensi Perlu Coba, Ini Daftar Makanan yang Bisa Menurunkan Tekanan Darah
BACA JUGA:Terong Belanda: Buah Eksotis yang Populer, Menyehatkan Mata, dan Cara Mengolahnya
Berikut deretan makanan yang tinggi gula:
1. Sereal
Sereal dikenal sebagai salah satu menu sarapan yang populer dan mudah dibuat. Namun, kamu perlu memperhatikan sereal apa yang dikonsumsi, karena bisa berpengaruh pada tingkat konsumsi gula, terutama jika kamu memakannya setiap hari,sebagi enggnti, anda dapat mengonsumsi sarapan ehat seperti telur dengan kandungan protein tinggi.
2. Buah Kering
Meskipun buah kering mengandung serat dan banyak nutrisi, proses dehidrasi menghilangkan airnya, sehingga lebih mudah untuk makan lebih banyak.
Selain itu, meskipun konsumsi kismis dan aprikot kering lebih baik dibanding mengonsumsi kue-kue manis, hal tersebut tetap akan membuat gula darah melonjak jika tidak memperhatikan ukuran porsinya.
3. Minuman manis kemasan, seperti soda, jus siap saji, dan minuman energi.
4. Permen, cokelat, dan kue manis, yang memiliki kandungan gula tambahan tinggi.
5. Roti manis dan makanan olahan, terutama yang menggunakan sirup jagung tinggi fruktosa.
6. Makanan ringan instan, seperti biskuit, wafer, atau camilan kemasan, yang sering mengandung gula tersembunyi.
Para pakar mendorong masyarakat untuk membaca label makanan, mengganti gula tambahan dengan pemanis alami dari buah, dan lebih memilih camilan sehat seperti buah segar, kacang-kacangan, atau yogurt tanpa gula. Dengan kesadaran ini, risiko gangguan kesehatan dan kenaikan berat badan dapat diminimalkan. (**)