Harian Bengkulu Ekspress

ASN Benteng Menjerit, Ini Penyebabnya

Ketua DPRD Benteng, Fepi Suheri SAP--

Harianbengkuluekspress.id - Menjelang berakhirnya tahun 2025, tambahan penghasilan pegawai (TPP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tak kunjung dibayar.

Hingga pertengahan bulan Desember 2025, TPP PNS yang dibayarkan baru 6 bulan. Yaitu, TPP bulan Januari-Juni 2025.

Sedangkan, TPP bulan Juli hingga November masih belum ada kepastian.

Salah satu PNS yang tak ingin disebut namanya mengungkapkan,  TPP merupakan salah satu pendapatan yang dinanti-nantikan. Apalagi, bagi PNS yang sudah tak lagi menerima gaji pokok secara penuh.

"Kami sangat menantikan TPP. Tahun 2025 sudah hampir berakhir. Akan tetapi, TPP yang dibayarkan baru 6 bulan," ungkapnya.

BACA JUGA: Pemdes Suka Maju Dorong Kesadaran Warga Lewat Ini

BACA JUGA:RPJMD dan RKPD Dikebut, Wali Kota Bengkulu Tekankan Eksekusi Program

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Benteng, Fepi Suheri SAP ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan para PNS terkait penyaluran TPP.

"Nanti akan saya cek dengan BKD (Badan Keuangan Daerah), apakah anggarannya sudah tersedia apa belum," terang Fepi.

Lebih lanjut, Fepi menjelaskan, pembayaran TPP PNS pada tahun 2025 ini telah disepakati selama 11 bulan, yaitu TPP bulan Januari hingga November 2025.

Meski demikian, kondisi fiskal yang terjadi saat ini memang menyebabkan rencana kegiatan dan realisasi dana APBD menjadi terganggu.

"Kalau memang anggarannya ada, harus dibayarkan. Itu hak-hak mereka karena sudah kita anggarkan dan kita sepakati. Kalau tak salah, TPP 2025 sudah dianggarkan untuk 11 bulan," pungkas Fepi.(bakti)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan