Harian Bengkulu Ekspress

Musim Hujan, Wisatawan Diimbau Tidak Mandi di Sungai Lebong

ERICK/BE Petugas Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Lebong bersama aparat kepolisian memasang spanduk imbauan larangan mandi di sungai pada sejumlah objek wisata, menyusul meningkatnya kunjungan wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru di ten--

Harianbengkuluekspress.id – Memasuki libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Lebong diprediksi meningkat. Namun, di tengah musim penghujan, wisatawan diimbau untuk lebih waspada, khususnya dengan tidak mandi di aliran sungai yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Lebong, Rachman SKM MKM MSi melalui Kepala Bidang Pariwisata, Agus Suryadi SE, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan turun langsung ke sejumlah objek wisata bersama aparat kepolisian.

“Kami sudah mendatangi lokasi-lokasi wisata dan memasang spanduk imbauan sebagai pengingat bagi wisatawan,” ujar Agus kepada BE.

BACA JUGA:Bunda PAUD Dorong Guru Proaktif Cegah Stunting

BACA JUGA:Terminal Simpang Nangka Buka Posko Mudik Nataru, Pemudik Bisa Istirahat Gratis 24 Jam

Ia menjelaskan, imbauan tersebut terutama ditujukan bagi wisatawan yang beraktivitas di kawasan sungai. Saat musim hujan, kondisi cuaca di hulu sungai sering kali tidak terpantau, sehingga debit air bisa tiba-tiba meningkat dan membahayakan pengunjung.

“Kalau kondisi tidak hujan silakan mandi di sungai, tapi ketika hujan turun, wisatawan kami minta segera naik dan menjauh dari aliran air,” katanya.

Agus menegaskan, imbauan ini bukan berarti melarang wisatawan berkunjung ke objek wisata, termasuk wisata alam yang berkaitan dengan air. Pemerintah daerah tetap mendukung sektor pariwisata, namun keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama.

BACA JUGA:Target PAD Belum Tercapai, Pemkab Kepahiang Perkuat Satgas dan Tata Aset Daerah

“Kami sangat mendukung wisatawan datang ke Lebong, tetapi diharapkan bisa lebih bijak dan berhati-hati demi keamanan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Selain risiko alam, wisatawan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan. Agus mengingatkan agar pengunjung memastikan kendaraan terkunci dengan baik saat diparkir dan, jika perlu, menggunakan kunci pengaman tambahan.

“Jangan sampai niat berwisata justru berakhir dengan kerugian. Keselamatan dan keamanan harus tetap diutamakan,” pungkasnya. (Erick Voniker)


Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan