Target PAD Pariwisata Masih Separoh, Disparpora Lebong Layangkan Peringatan Pada Pengelola
Kabid Pariwisata Disparpora Kabupaten Lebong, Agus Suryadi SE -Erick/Bengkuluekspress-
Harianbengkuluekspress.id- Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong kembali melayangkan peringatan kepada para pengelola objek wisata agar segera menunaikan kewajibannya dalam membayar pajak daerah yang sebelumnya telah disepakati.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2025 ditargetkan sebesar Rp 70 juta.
PAD tersebut bersumber dari tiga objek wisata, yakni wisata arung jeram (air putih) di Desa Bioa Putiak, Kecamatan Pinang Belapis, dengan target Rp 50 juta, wisata Pulau Harapan Danau Tes di Kelurahan Tes, Kecamatan Lebong Selatan sebesar Rp 5 juta, serta wisata Danau Picung di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Tubei sebesar Rp 15 juta.
Namun hingga saat ini, realisasi PAD sektor pariwisata baru mencapai Rp 34 juta. Rinciannya, objek wisata air putih telah menyumbang Rp 30 juta, wisata Danau Picung sebesar Rp 4 juta, sementara objek wisata Pulau Harapan belum melakukan pembayaran sama sekali.
BACA JUGA:3 Tahun Berturu-turut, BPK Perwakilan Bengkulu Raih Predikat Badan Publik Informatif Anugerah KIP
BACA JUGA:1.875 Honorer Mukomuko Segera Berstatus ASN Paruh Waktu, SK Diserahkan Akhir Desember 2025
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparpora Kabupaten Lebong, Rachman SKM MKM MSi, melalui Kepala Bidang Pariwisata Agus Suryadi SE, mengatakan pihaknya telah berulang kali melakukan penagihan, baik melalui surat resmi maupun dengan mendatangi langsung pengelola objek wisata.
“Terus kami tagih agar pengelola segera melakukan pembayaran,” ujar Agus.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi sebelumnya, pengelola wisata air putih telah berjanji akan segera melunasi kewajibannya dalam waktu dekat.
Sementara itu, pengelola Danau Picung masih mengupayakan pembayaran, dan hingga kini pihak Disparpora belum menerima kepastian dari pengelola wisata Pulau Harapan.
“Kita tunggu sampai akhir tahun ini. Pastinya akan terus kita tagih,” pungkas Agus.(**)